Monday, May 20, 2024
HomeBerita BaruTNI/PolriRespon Keresahan Kades, Dandim O817 Gresik: Jangan Takut, Babinsa Akan Stay di...

Respon Keresahan Kades, Dandim O817 Gresik: Jangan Takut, Babinsa Akan Stay di Kantor Desa

Gresik, Investigasi.todayKomandan Kodim 0817 Letkol (Inf) Ahmad Saleh Rahanar merespon keresahan para kepala desa yang mengaku diteror dan diduga diperas oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan dan LSM. Orang nomor satu di Kodim Gresik ini akan memerintahkan Babinsa stay di Kantor Pemerintah desa, dengan harapan tidak ada lagi teror kepada kepala desa.

“Babinsa adalah mitra kerja pemerintah desa, kita akan perintahkan Babinsa untuk ngantor di kantor desa. Dengan harapan sesuai arahan Pangdam dan Korem kami diminta untuk turun memberikan pendampingan,” kata Dandim di Kantor Desa Kedamean, Kecamatan Kedamean, Gresik, Rabu (24/5/23).

Dengan kehadirannya bersama ratusan prajuritnya (Babinsa) ia meminta para kades tidak takut lagi menghadapi mereka (oknum LSM/wartawan), agar pemerintahan desa berjalan dengan normal dan mampu melayani masyarakat. Babinsa diajak untuk bertemu dengan perangkat desa ini tujuannya agar mereka juga paham cara kerja wartawan yang diatur di dalam UU Pers dan ketentuan Dewan Pers, karena viralnya berita ini menjadi atensi Pangdam V Brawijaya dan Danrem 084 Bhaskara Jaya.

“Kami hadir di tengah-tengah para kades karena berital viral soal dugaan pemerasan kades. Dan kasus ini memang mendapat perhatian serius Pangdam dan Danrem. Kenapa? Karena jika dibiarkan akan mengganggu pembangunan dan berimbas terhadap pertumbuhan ekonomi di desa. Karena pembangunan berhenti akibat ulah para gadungan-gadungan itu,” katanya.

Ditegaskan Dandim, agar kepala desa tidak takut lagi dengan teror yang biasanya mengancam akan melaporkan (seolah-olah ada kasus) ke pihak APH. Menurut Dandim siapapun orangnya jika dicari-cari kesalahannya tidak ada manusia yang tidak punya salah.

“Apalagi kepala desa mengatur masyarakat banyak, harus meratakan pembangunan dengan anggaran yang ada. Dan masyarakat tentu memiliki keinginan bermacam-macam. Nah di saat seperti ini mereka mencari-cari cari kesalahan kepala desa dengan membawa meteran lalu seolah-olah terjadi penyelewengan anggaran. Maka sekali lagi jangan takut,” tandasnya.

Dandim juga mengakui jika selama ini sesuai hasil turbanya ke para kades ternyata akibat teror dan ancaman yang ujungnya minta uang, menyebabkan para kepala desa enggan melakukan aktifitas di kantor desa. Sehingga tak sedikit kades yang melayani warganya di warung. “Kita akui selama ini banyak kades yang enggan ngantor di kantor desanya Karena sudah ditunggui mereka (oknum LSM/wartawan) untuk ditakut-takuti dan diancam seolah ada kasus. Ujungnya duit,” pungkasnya. (Slv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -












Most Popular