Salah Paham Pamen Polri dan Pati TNI AD, Iqbal; Polri Tindak Tegas Anggota yang Arogan

0
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal

Jakarta, Investigasi.today – Pasca insiden salah paham antara Pamen Polri dan Perwira Tinggi TNI AD yang dipicu hilangnya handphone di Hotel Atrium Cilacap pada 3 Juni lalu akhirnya menjadi bumerang bagi AKBP Lalu Muhammad Iwan.

Sikapnya yang dianggap arogan terhadap Brigjen TNI Subagyo berujung sidang etik kepolisian.
Hal tersebut seperti yang disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal di kantor Kemenko Polhukam, Selasa (12/6) kemarin.

Meski insiden tersebut sudah berakhir damai di lapangan, namun pasca kejadian Mabes Polri secara internal langsung bergerak cepat untuk memeriksa AKBP Lalu. Bahkan dalam waktu dekat akan digelar sidang etik.

Irjen Iqbal mengatakan “kami telah melaksanakan pemeriksaan dan segera dibawa ke sidang disiplin dan kode etik. Polri akan menindak tegas seluruh anggotanya yang bersifat arogan,” jelasnya.

Seperti diketahui, insiden ini bermula di ruang makan Hotel Atrium, pada Senin 3 Juni silam. Saat itu AKBP Lalu dan Brigjen Subagyo (bersama delapan orang keluarganya), sedang bersantap sahur.

Usai sahur, AKBP Lalu yang menjabat sebagai Kasubag Renops Wil Ro Binops SOPS Polri ini tak bisa menemukan telepon genggamnya. Kemudian dia meminta Brigjen Subagyo dan keluarganya, yang saat itu berada di dekat lokasi untuk menunjukkan isi tas dan kantong saku.

Sempat bersitegang, ternyata handhphone milik AKBP Lalu tersebut tidak hilang atau dicuri melainkan berada di meja ruang makan. Penemuan hanphone ini diawali dengan telepon yang dilakukan oleh salah seorang office boy ke nomor HP AKBP lalu.

Kapolres Cilacap dan Komandan Kodim 0703/Cilacap juga ikut datang ke lokasi untuk memediasi keduanya. Selanjutnya AKBP Lalu membuat pernyataan maaf tertulis di atas meterai kepada Brigjen Subagyo dan keluarga.

Dalam surat pernyataan tersebut, AKBP Lalu, yang menjabat Kasubbag Renops Wil Ro Binops SOPS Polri, memohon maaf atas kesalahpahamannya terhadap Brigjen Subagyo, yang menjabat Direktur Peralatan TNI AD.

“Atas kejadian kesalahpahaman tersebut di atas, saya atas nama pribadi dari lubuk hati yang paling dalam menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Brigjen TNI Subagyo dan keluarga,” tulis AKBP Lalu dalam pernyataannya. (Ink)