Friday, July 19, 2024
HomeBerita BaruNasionalSambut Bonus Demografi 2030, Menkes: Kita Harus Pastikan Penduduk di Daerah Manapun...

Sambut Bonus Demografi 2030, Menkes: Kita Harus Pastikan Penduduk di Daerah Manapun Sehat dan Cerdas

Jakarta, Investigasi.today – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta semua pihak berupaya menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, sehat, dan cerdas. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus bisa memanfaatkan bonus demografi 2030

Dari semua itu, ia menyatakan bahwa kesehatan merupakan hak fundamental yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Hal itu dilakukan melalui dilaksanakannya transformasi kesehatan khususnya pada pilar transformasi layanan primer.
“Saya bercita-cita Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi yang akan dinikmati anak cucu kita. Maka kita harus memastikan bahwa penduduk di daerah manapun sehat dan cerdas,” ujar Budi kepada wartawan, Selasa (21/11).
Masyarakat sehat, menurut Budi, merupakan salah satu modal dalam menyongsong bonus demografi yang akan dilalui Indonesia mulai tahun 2030. “Jadi, sangat jelas untuk menciptakan penduduk yang sehat kita harus menjaganya tetap sehat. Kita harus fokus untuk membuat mereka bahagia. Kita harus fokus pada pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas daripada rumah sakit,” tegasnya.
Ia menekankan upaya promosi kesehatan harus digencarkan daripada membiarkan masyarakat jatuh sakit dan mengonsumsi obat-obat yang mahal.
Budi memahami bahwa hal ini memang bukan jalan yang mudah. Pasalnya, kesehatan berkorelasi dengan banyak sektor lain, seperti pangan, pertanian, lingkungan hidup, pendidikan dan keuangan, yang terkadang sulit untuk diseimbangkan.
“Oleh karena itu, saya ingin menegaskan kembali bahwa Kementerian Kesehatan ingin memperkuat kolaborasi dengan mitra untuk mendukung transformasi sistem kesehatan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030. Diperkirakan sekitar 68 persen dari 200 juta jiwa orang Indonesia akan berada dalam masa produktif.
Jika gagal mendapatkan bonus demografi, sulit bagi suatu negara untuk berubah menjadi negara berpendapatan tinggi dan akan terjebak selamanya dengan pendapatan rendah
“Tinggal tujuh tahun lagi. Jika kita sebagai pengambil kebijakan di Indonesia gagal mendapatkan bonus demografi, maka peluang anak-anak kita untuk menjadi bangsa maju akan hilang,” tandasnya. (Slv)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -


Most Popular