Sekda Kalbar Menghadiri Penandatanganan MoU PT. New Kalbar Processor

0

Kubu Raya, Investigasi.today – Sekretaris Daerah Kalbar, AL Leysandri, menghadiri Penandatanganan kesepakatan (MoU) antara PT. New Kalbar Processors dengan dua kelompok pengumpul karet, Selasa (1/9).

Kedatangannya juga dalam rangka mengunjungi pabrik karet yang berlokasi di Jalan Adisucipto, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya itu. Sekda berharap, melalui kesepakatan tersebut, tata niaga karet semakin baik sehingga memberikan kesejahteraan kepada para petaninya.

“Perbaikan tata niaga ini harus melibatkan perangkat daerah yang ada, termasuk pemerintah kabupaten/kota, petani, dan pabrikan.
Sehingga, karet yang dihasilkan oleh petani adalah karet yang bermutu,” ungkap Sekretaris Daerah Kalbar, AL Leysandri.

Menurutnya, komoditas karet merupakan komoditas yang sudah sangat dikenal oleh para petani di Kalbar. 

Maka tak heran, jika dulu komoditas ini menjadi salah satu primadona di sektor perkebunan. Namun saat ini, ada sejumlah permasalahan berkaitan dengan tata niaga komoditas tersebut. Terutama terkait rendahnya mutu, hingga harga yang rendah di tingkat petani.

“Nah, inilah yang ingin kita perbaiki. Kita lakukan pembinaan dari sisi hulu agar mutu karet terjamin, sehingga harganya bisa bersaing,” ujarnya.

Pemprov Kalbar dikatakan ingin mengembalikan kejayaan karet. Melalui peningkatan mutunya, dia berharap produktivitas karet Indonesia, termasuk Kalbar, mampu bersaing dengan negara-negara lainnya yang sudah jauh lebih baik. Maka perbaikan tata niaga adalah satu upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan daya saing karet di kancah internasional.

“Melalui perbaikan tata niaga karet ini pula, petani merasa ada jaminan ekonomi. Sehingga tercipta masyarakat yang sejahtera sebagaimana visi gubernur,” tuturnya.

Pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk menindaklanjuti upaya perbaikan tata niaga ini. Salah satunya dengan memfasilitasi kelompok pengumpul karet menjalin kemitraan dengan pabrikan, melalui penandatanganan kesepakatan.

“Kami selalu berkomunikasi dengan kepala daerah. Kita ingin petani kembali berjaya. Maka dari itu, Dinas kabupaten harus terus melakukan pembinaan dan bantuan kepada petani berupa pupuk atau bantuan alat. Juga kita aktifkan kembali para tenaga penyuluh perkebunan”, pungkasnya. (Hasnan).