Selektif Menyampaikan Informasi, menangkal Berita Hoax

0

Kediri, investigasi.today – Penyebaran informasi bohong atau hoax perlu menjadi perhatian kita semua. Banyak kepentingan yang bermain dari berita belum tentu kebenarannya tersebut. Tujuannya adalah pihak yang difitnah dapat persepsi negatif dari masyarakat. Kita wajib selektif dengan mengetahui kaidah jurnalistik dan ilmiah sehingga dapat memilah informasi berita tersebut fakta atau berita bohong.” Demikian penggalan diskusi Ngopi Bareng dengan tema Penyebaran Informasi Isu Startegis Bersama Organisasi Masyarakat.

Acara yang digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri ini menghadirkan pembicara Aufan Subagyo, Munasir Huda, dan Eggy Adityawan. Tempat pelaksanaan acara adalah di Fresco Cafe, Jumat (24/11).

Munasir Huda, Ketua GP Ansor Kabupaten Kediri mengungkapkan dengan adanya media sosial mendorong menjadi semakin marak beredarnya berita bohong atau hoax. Masyarakat bisa dengan mudah percaya berita bohong yang masuk ke telepon pintarnya lalu menyebarkannya kepada orang lain.

“Ini bahaya, karena bila tanpa kita filter informasi bohong tersebut akan menyesatkan dan merugikan orang lain. Nanti bisa dijerat pidana dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Padahal dia Cuma meneruskan informasi tersebut dari dan ke grup whatsapp lainnya tanpa membuat berita bohong. Pihak pembuat berita bohong malah tidak kena pidana, karena pidana akan berlaku bagi penyebarnya.”

“Belum lama ini, Ansor jadi korban buli dan hoax pihak yang tidak bertanggung jawab. Dikatakan Ansor dan Banser suka membubarkan pengajian tapi melindungi rumah ibadah agama lain. Ini jelas tidak benar dan hanya ingin menjatuhkan Ansor dan Banser. 

Sementara itu pembicara yang lain, Eggy Adityawan, menyampaikan barang siapa menguasai informasi dialah yang akan menjadi pemenang. Oleh karena itu kemampuan dalam diri kita memilah informasi memegang peran kunci. Sehingga kita tidak terjebak dalam mind game orang yang memiliki kepentingan dan hanya menggunakan kita sebagai alat saja.

“kemajuan, kemudahan, dan keterbukaan informasi di suatu daerah ibarat memiliki dua mata pedang yang tajam. Dimana sisi positifnya, penguasaan informasi dalam hal khusus teknologi informasi, bisa menentukan pemenang di masa depan.” Terangnya. (Pri)