Seminar Internasional “Dukun & Perdamaian Dunia”, Manfaatkah?

0

BANYUWANGI, investigasi.today – “Seminar itu bagian dari kegiatan ilmiah yang melibatkan para pakar di bidangnya. Dalam sebuah seminar itu tentu banyak membahas hal-hal yang bersifat akademis, keilmuan dan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan-persoalan kehidupan yang membawa manfaat yang jelas dan terukur”, ujar Kasek Rifai mengawali pembicaraan tentang seminar yang bakal digelar oleh Ormas Kepemudaan onderbow NU itu.

Menurut Kasek SMA Glenmore, “Seminar membahas tentang hal-hal yang tidak ilmiah, mistik, ghaib, identik dengan sihir, kekuatan-supranatural, irrasional itu banyak tidak manfaatnya. Hanya untuk mencari perhatian saja, tidak jauh dari kegiatan sensasional saja”, cetusnya.

“Banyuwangi ini sudah bercitra bagus, image kota santet sudah terhapus. Mengapa masih dihubung-hubungkan dengan budaya perdukunan? “,Ucapnya Penuh keheranan, Kasek yang suka bernampilan beda itu, sedih.

“Ormas Kepemudaan sekelas Ansor harusnya menjadi pelopor dalam program-program nyata yang dibutuhkan masyarakat misalnya mendorong terciptanya ekonomi kreatif berbasis pertanian, industri rumah tangga, mengelola sampah, dll. Atau kegiatan-kegiatan sosial lain berbasis pendidikan dan keterampilan”, lanjutnya.

“Konsep perdamaian dunia menurut paham NU sudah jelas. Radikalisme dan segala bentuknya harus dilawan. Dan Itu sudah berjalan. Prinsipnya di suasana darurat pandemi ini dibutuhkan pemikiran dan solusi terhadap masalah-masalah sosial ekonomi masyarakat”, tegas¬†Rifai yang juga mantan aktivis PMII era 80an.¬†(Widodo).