Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Terkait Bantuan PKH BPNT Desa Curungrejo

0
Ratusan Masyarakat hadir dalam Sosialisasi Sosial.

Malang, Investigasi.today – Dalam rangka Pembangunan, Pemberdayaan sosial Masyarakat serta tertib atministrasi Desa Curungrejo menggelar sosialisasi PKH BPNT pada masyarakat, Senin (24/2).

Dalam giat ini hadir Kasi Kesos Kecamatan Bapak Mohammad Soleh, pendamping Desa Pak Khoirul, Babinkamtibmas Brigadir Surya Mahendra dan Sekitar 331 masyarakat Pra Sejahtera hadir dalam acara tersebut.

Kepala Desa Curungrejo Sujud Amd. Menyampaikan dalam sambutanya “Terima kasih atas kehadiran Bapak Kasi Kesos Kecamatan, pendamping Desa, Babinkamtibmas dan juga Masyarakat yang hadir hari ini, dengan adanya kegiatan sosialisasi ini mudah-mudahan masyarakat bisa terima dengan baik tanpa ada kendala apapun”, ujarnya.

Himbauan Kades kepada masyarakat ada masalah soal Kartu tanda penerima bantuan atau administrasi yang belum terselesaikan segera diurus di Desa dan Intansi terkait, selalu koordinasi pihak desa.

Kasi Kesos M. Soleh dalam sambutanya menjelaskan dalam persiapan realisasinya bantuan melalui PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) Perlu kepada Masyarakat untuk melengkapi persyarakat dan admistrasi data agar nantinya bantuan turun bisa segera terlaksana.

Harapan Kasi Kesoscam kedepan mudah-mudahan jumblahnya akan berkurang. Khoirul selaku Pendamping Desa mengutarakan bantuan sebelumnya adalah BMT sekarang Bantuan Sembako.

Tujuan bantuan pemerintah yang bisa di ambil, Beras, Jagung,telor, daging, ikan segar,buah-buahan,sayuran dan kacang-kacangan, untuk cara ngambilnya di Agen Desa.

Adapun terkait program ini pemerintah bertujuan untuk mencegah stanting yang termasuk menjadi program pemerintah pusat.

Kendala masyarakat yang blum tercover kuota masyarakat adalah selain sistem pencairan/pengambilan masyarakat di tempat lain (Di luar Desa Curungrejo).

Sambutan disampikan oleh Babinkamtibmas Desa Curungrejo Brigadir Surya Mahendra memperkenalkan pada masyarakat sebagai pengganti Babin yang sebelumnya yakni Iptu Wari. (Utsman).