Sunat Dana BPJS, Dinkes Gresik Diobok-Obok Timsus Kejaksaan

0


Teks foto ; Timsus Kejari Gresik saat menggeledah kantor Dinkes

GRESIK, Investigasi.Today – Tim Satuan Khusus (Timsus) Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Gresik melakukan penggeledahan di kantor Dinas Kesehatan terkait kasus dugaan penyelewengan dana kapitasi BPJS untuk puskesmas yang dipotong.

Dana kapitasi merupakan besaran pembayaran per bulan yang dibayar dimuka kepada FKTP berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan.

Penggeledahan yang dipimpin oleh Kasi Pidsus Kejari Gresik, Andrie Dwi Subianto tersebut dilakukan di ruang Kadinkes Gresik, Nurul Dholam, Sekretaris, Bendahara serta sejumlah staf Dinas Kesehatan lainnya termasuk Rumah Dinas pribadi Kadinkes.

Menurut Kajari Gresik, Pandu Pramukartika, penggeledahan tersebut dilakukan untuk mendapatkan data-data yang cukup atas dugaan pemotongan sebesar 10 persen dana BPJS Kesehatan ke seluruh Puskesmas di Gresik yang terjadi sejak tahun 2016.

“Praktik penyelewengan terjadi tahun 2016-2017, dengan kerugian sementara sekitar RP 500 juta,”ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Pandu Pramukartika, Senin (6/8).


Teks foto ; Kajari Gresik saat menggelar jumpa pers terkait penggeledahan kantor Dinkes

Dari total 32 puskesmas yang ada di Kabupaten Gresik, belum separuh yang diperiksa. “Temuan awal ada 8 Puskesmas. Jadi modusnya setiap dana BPJS di Puskesmas cair dipotong 10 persen oleh Dinas Kesehatan,” terangnya.

Usai menggeledah selama kurang lebih tiga jam. Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejari didampingi Tim Black Panther Polres Gresik langsung mengamankan beberapa komputer, handphone, dokumen-dokumen dan buku tabungan sebagai alat bukti.

Selain menggeledah kantor Dinkes, Tim Pidsus juga menggeledah rumah Nurul Dholam di Jalan Raya Manyar Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Kepala Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar Subiyanto mengatakan, mengaku mendampingi tim penyidik Pidsus Kejari Gresik menggeledah rumah dr Nurul Dholam.

Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh di dalam ruang rumah pribadi dr Nurul Dholam. Termasuk mobil pribadi Mitsubishi Pajero warna Hitam Nopol W 1127 CX wardan Honda Mobilio warna putih W 1953 BT juga digeledah. Iya seperti itu,” ungkap Subiyanto.

Ada 3 saksi yang dipanggil, mereka adalah sopir dan 2 sekretaris pribadi (Sekpri) Kepala Dinkes Nurul Dholam. “Tiga yang kami bawa,” pungkasnya. (Ink/Salvado)