Jadi Kaki Tangan Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Resmi Ditahan

0
Brigjen Pol Prasetijo Utomo

Jakarta, Investigasi.today – Polri kembali menunjukkan komitmen, setelah menangkap Djoko Tjandra di Malaysia. Kini penyidik Bareskrim Polri menetapkan status tersangka dan langsung melakukan penahanan kepada Brigjen Prasetijo Utomo atas surat jalan palsu dalam membantu pelarian buronan kasus korupsi hak tagih Bank Bali tersebut.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan “Iya benar, yang bersangkutan telah ditahan per Jumat, 31 Juli 2020,” ungkapnya.

Namun, saat ditanya lebih lanjut, Awi enggan menjelaskan secara detail terkait penahanan Brigjen Prasetijo Utomo.

Seperti diketahui, setelah terbukti membantu buronan Djoko Tjandra. Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot jabatan Brigjen Prasetijo Utomo sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Polri.

Pencopotan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1980/VII/KEP./2020, Tgl 15-07-2020, yang isinya jenderal bintang satu tersebut dimutasikan sebagai Pati Yanma Polri (dalam rangka riksa).

Tidak hanya sampai disitu, Kapolri juga mencopot dua jenderal lainnya. Yakni Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan Ses NCB Interpol Indonesia Div Hubinter Polri Brigjen Nugroho Slamet Wibowo.

Mutasi kedua jendral tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/2076/VII/KEP/2020, tanggal 17-7-2020 yang diteken langsung oleh AsSDM Kapolri Irjen Pol Sutrisno Yudi.

Dalam Telegram mutasi tersebut, Napoleon menjabat sebagai Analisis Kebijakan Utama Itwasum Polri dan Nugroho menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Jianbang Lemdiklat Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono menegaskan “komitmen Bapak Kapolri jelas. Jika dalam pemeriksaan terbukti bersalah, akan dicopot dari jabatannya,” tandasnya. (Ink)