Sunday, July 14, 2024
HomeBerita BaruJatimTerjang Banjir, Pasutri Tewas Tersengat Listrik

Terjang Banjir, Pasutri Tewas Tersengat Listrik

Mojokerto, investigasi.today – Nasib nahas dialami pasangan suami istri (pasutri) di Mojokerto. Mereka tewas tersengat listrik saat menerjang banjir di jalan Lingkungan Mentikan Gang 1, Kelurahan Mentikan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Kedua korban diduga tersengat listrik dari tiang lampu penerangan jalan umum (PJU). Mereka tewas di lokasi kejadian karena memegang tiang lampu yang diduga milik PLN.

Warga saksi mata bernama Ahmad Fahrurozi Rifqi (19) sempat berpapasan dengan korban pada Jumat (22/12/2023) sekitar pukul 17.00 WIB. Rifqi melintasi jalan Lingkungan Mentikan Gang 1 sepulang bermain.

“Saya dari utara, kalau korban dari selatan papasan dengan saya,” kata Rifqi, Jumat kemarin.

Menurut Rifqi, jalan Lingkungan Mentikan Gang 1 tergenang banjir setinggi betis orang dewasa. Sehingga warga memasang kursi bambu di tengah jalan untuk menutup jalan yang sedang tergenang. Dan, tepat di samping kursi tersebut ada tiang lampu penerangan jalan.

“Ketika saya lewat tadi tidak kenapa-kenapa karena tidak pegangan tiang lampu itu,” terangnya.

Saat kejadian korban Achmad Sahid (58) warga Sidomulyo Gang 5, Kelurahan Mentikan membonceng istrinya Suprapti (58). Mereka mengendarai sepeda motor Honda Scoopy nopol S 6541 SI.

Ketika giliran Sahid dan istrinya melewati celah antara kursi bambu dengan tiang lampu, tiba-tiba pasutri tersebut tumbang karena tersengat listrik. Rifqi menduga pasutri itu memegang tiang lampu.

“Korban sepertinya lewat situ sambil pegangan tiang lampu sehingga tersengat listrik,” jelas Rifqi.

Kapolsek Prajurit Kulon Kompol Maryoko menjelaskan saat itu, tinggi genangan air sekitar 30 sentimeter. Ketika menerjang banjir korban sempat memegang tiang lampu sehingga tersetrum.

“Saat korban lewat di TKP, memegang tiang PJU, kemudian tersengat listrik, korban terjatuh. Korban meninggal dunia di lokasi,” terangnya.

Saudara Rifqi yang melihat Sahid dan istrinya tumbang di tengah banjir langsung berusaha menolong. Namun, ketika mendekati korban, saudaranya sudah merasakan setrum di air yang menggenangi jalan.

“Awalnya masih gerak, ditarik saudara saya, airnya ternyata masih menghantarkan listrik. Sehingga tidak bisa mendekat. Sekarang kondisi korban sudah meninggal,” jelasnya.

Warga sekitar lantas melaporkan insiden tragis ini ke polisi, PLN, dan PMI Kota Mojokerto. Garis polisi pun dipasang untuk menghalau warga agar tidak mendekat. Petugas PLN juga bergerak cepat mengecek aliran listrik yang menewaskan korban.

Maryoko mengatakan Sahid dan istrinya tewas karena tersetrum ketika melintas di jalan Lingkungan Mentikan Gang 1. Usai kejadian jenazah keduanya langsung dievakuasi ke RSUD dr WahidinSudiroHusodo Kota Mojokerto.

“Betul, dugaan awal dari pemeriksaan medis dan keterangan saksi di TKP, korban diduga tersengat aliran listrik,” terangnya.

Petugas medis yang memeriksa jenazah korban menemukan luka bakar bekas sengatan listrik. Sahid menderita luka bakar di lutut sebelah kiri, sedangkan istrinya di punggung tangan kanan.

“Ada bekas luka bakar diduga bekas sengatan listrik,” jelasnya.

Kini, polisi masih menyelidiki penyebab tiang PJU diduga milik PLN itu teraliri listrik hingga mencelakai Sahid dan istrinya.

“PJU diduga milik PLN. Nanti kami koordinasi dengan pihak terkait. (Apakah ada kabel mengelupas?) Nanti kami tindaklanjuti,” cetus Maryoko.

Di sisi lain, tambah Maryoko, keluarga korban menolak jenazah Sahid dan Suprapti diautopsi.

“Keluarga korban meminta tidak diautopsi, mereka menyadari korban meninggal sudah kehendak YMK, dan karena tersengat listrik,” tandasnya. (Van)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -


Most Popular