Terkendala Penerjemah, Sidang Makar Warga Polandia Ditunda

0


Jakub Fabian Skrzypski (39)

JAKARTA, Investigasi.Today – Terkendala karena tidak ada penerjemah, sidang dakwaan WN Polandia, Jakub Fabian Skrzypski (39), yang diduga terkait kelompok separatis di Papua yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Wamena terpaksa ditunda hingga 8 Januari 2019 mendatang.

Terkait hal tersebut, Ketua majelis hakim, Yajid, menyampaikan kehadiran penerjemah sangat penting agar sidang bisa berjalan lancar dan hak-hak terdakwa juga terpenuhi.

Sementar itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricarda Arsenius mengatakan berhubung sidang digelar di negara Indonesia, otomatis harus menggunakan hukum dan juga bahasa Indonesia. Dalam kasus ini, jaksa mendakwa Jakub dengan pasal perbuatan makar.

“Sebenarnya kita sudah memanggil penerjemah, karena masalah kesulitan tiket (dari Jayapura-Jayawijaya) di masa liburan sekarang sehingga penerjemah tidak bisa hadir,” ungkap Ricarda, Senin (17/12) kemarin.

JPU juga telah mengirim rsurat ke Konsulat Polandia terkait penyediaan penerjemah, karena belum mendapat balasan sehingga JPU mengusahakan penerjemah dari salah satu universitas di Jayapura.

“Setelah masa liburan Natal dan tahun baru, di sidang berikutnya penerjemah akan dipanggil ke Wamena,” tandasnya.

Terkait kasus makar ini, rencananya Jakub disidang bersama satu warga Indonesia bernama Simon Magal (30). Tentang penerjemah, penasihat hukum JFS dan Simon Magal, Latifah Hanum Siregar mengatakan Jakub memilih penerjemah Bahasa Prancis.

“Saat hakim bertanya apakah memilih Bahasa Inggris atau lainnya, Jakub memilih bahasa ibunya yaitu Bahasa Prancis, karena dia warga negara Polandia dan lama tinggal di Swiss,” ungkap Latifah.

Untuk diketahui, Jakub ditangkap pada 26 Agustus 2018 lalu di Skouw, Merauke karena diduga sebagai penyuplai mesiu ke kelompok kriminal bersenjata di Papua.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan “berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, yang bersangkutan ternyata sudah cukup lama kenal dengan kelompok KKB baik yang ada di Jayapura maupun di Timika,” ungkapnya di Mabes Polri Jakarta Selatan.

“Jakub berperan memberikan keyakinan kepada KKB, juga akan membantu dari sisi logistik dan persenjataan,” pungkasnya. (Ink)