Terlambat Pengajuan ULP, Penerimaan Seragam Gratis Siswa Didik Baru Dipastikan Molor

0


Teks foto : foto ilustrasi seragam gratis

MOJOKERTO, investigasi.today – Tujuan pemerintah Mojokerto untuk meringankan beban para orang tua siswa peserta didik baru dengan membagikan seragam gratis untuk jenjang pendidikan SD dan SMP sederajat bakal tak terealisasi dalam waktu dekat ini.

Padahal seperti pada tahun sebelumnya, tahun ajaran baru kali ini juga bersamaan dengan momen lebaran. Otomatis beban finansial yang ditanggung para orang tua akan semakin besar.

Ribuan siswa peserta didik baru akan terlambat menerima seragam yang sudah di janjikan. Hal ini dipicu karena terlambatnya pengajuan di Unit Lelang Pengadaan (ULP), sehingga membuat elang pengadaan seragam gratis belum tuntas.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan “kami telah menganggarkan Rp 2,3 miliar untuk pengadaan seragam gratis. Nantinya akan kami bagikan berupa lembaran kain supaya dijahitkan sesuai ukuran siswa,” ujar Amin di kantornya, Jalan Benteng Pancasila, Jumat (8/6).

Karena faktor teknis, membuat seragam gratis tersebut paling cepat diterima para siswa didik baru sekitar 30 Juli 2018. Padahal, 16 Juli nanti para peserta didik baru sudah memasuki tahun ajaran baru 2018-2019.

Sementara penerimaan peserta didik baru (PPDB) digelar 2-5 Juli. Untuk jalur prestasi digelar lebih dulu, yakni 22-28 Juni.

Idealnya kain seragam gratis diterima siswa baru saat daftar ulang 11-12 Juli. Sehingga para siswa mempunyai cukup waku untuk menjahitkan seragam agar siap pakai.

“Masalahnya memang sejak awal pengajuan lelang kami terlambat, lelang sudah kami ajukan ke ULP 21 Mei, tapi kami diminta melengkapi hasil lab. Hasil lab baru selesai hari ini,” paparnya.

Amin mengakui Kondisi ini membuat tujuan Pemkot Mojokerto meringankan beban para orang tua siswa melalui program seragam gratis, belum terealisasi sepenuhnya. Melihat progres yang ada, seragam gratis dipastikan tak akan diterima siswa hingga memasuki tahun ajaran baru.

“Akan kami sampaikan ke para siswa supaya memakai seragam lama dulu. Sementara sisa lebih pengadaan seragam tahun 2017 akan kami bagikan ke sekolah-sekolah pinggiran,” pungkas Amin. (Andy /Yanto )