Tertangkap Saat Bagikan “Amplop” , Istri dan Anak Caleg Dilaporkan Bawaslu

0

Ilmiah dan Sutanto saat menunjukkan barang bukti di Kantor Bawaslu

PROBOLINGGO, Investigasi.Today – Seorang calon legislatif (Caleg) dari Partai Berkarya, Sutanto mengamankan dua orang perempuan yang diduga tengah membagikan amplop berisi uang pecahan Rp.100 ribu dan Rp.200 ribu ke rumah-rumah warga di Perumahan Prajasa Mulya, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (13/4) kemarin.

Dua orang yang diamankan tersebut adalah Nurul, seorang ASN dilingkungan Pemkot Probolinggo dan anaknya yang magang di Dinkes Kota Probolinggo. Sutanto mengungkapkan, Nurul adalah istri dari Mochamad Bebun, calon legislatif, yang saat ini masih duduk di DPRD Kota Probolinggo dari PDIP.

Sutanto menuturkan “sekitar jam 11.00 WIB, saya hendak pergi ke Kanigaran untuk mengambil jahitan istri. Kemudian saya memergoki ada orang (Nurul, red) membagikan uang kepada warga dilingkungan rumah saya di Perum Prasaja Mulya di RT.3/RW.5 Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo,” ungkapnya kepada wartwan di Kantor Bawaslu.

“Terlihat Nurul mengeluarkan uang dari tas untuk dibagikan kepada warga, kemudian tas itu saya ambil. Sayangnya keduanya berhasil kabur dengan mengendarai motor, selanjutnya saya melaporkannya ke Bawaslu,” terangnya.

“Saya berharap hukum ditegakkan dan Bawaslu tidak tebang pilih, mereka harus ditindak sesuai UU yang berlaku,” tandasnya.

Ketika tas tersebut dibongkar di Bawaslu, terdapat amplop berisi uang pecahan Rp 100 ribu yang ada stiker atas nama caleg Mochamad Bebun SH, Caleg PDIP nomor urut 7 yang adalah suami dari Nurul.

Terkait hal ini, bagian Divisi OSDM Bawaslu Kota Probolinggo, Ilmiah menyatakan ada laporan yang masuk disertai dengan beberapa bukti, unsurnya juga sudah memenuhi. “Bukti dan saksi sudah ada, akan kita register. Setelah itu kita proses dan dilakukan investigasi,” jelasnya.

Ilmiah menegaskan, jika terbukti, hukum pidana dan administratif bakal menjerat Caleg dari PDIP dapil 2 Kademangan – Kedopok tersebut. Sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017 pasal 538, yang bersangkutan akan dikenakan hukuman pidana 24 bulan dan denda Rp 24 juta. (Ink)