Uang Tour Siswa SDN Gedongan 3, Dibawa Kabur Travel Tak Bertanggung Jawab

0

Mojokerto, Investigasi.today – Para wali murid yang menunggu tour ke Bali, akhirnya gagal berangkat. Hal ini menjadi sejarah buruk bagi SDN Gedongan 3 yang merupakan sekolah Favorite di Kota Mojokerto. Pasalnya, pada hari ini Jumat (22/6) diduga uang iuran siswa sebesar puluhan juta rupiah untuk pergi tour ke Bali dibawa kabur pihak travel bodong.

Dari informasi yang dihimpun awak media, bahwa SDN Gedongan 3 telah tertipu hampir 85 juta. Awalnya siswa kelas VI merencakan tour ke Bali 3 hari dua malam yang pemberangkatannya menggunakan 2 bus. Sehingga wali murid sepakat untuk membuat komitmen untuk menabung selama 2 tahun. Namun setelah uang tabungan walimurid sudah terkumpul sebesar kurang lebih Rp. 830.000 /orang, raib digondol pihak travel bernama Heru. Buktinya sampai jam 16.00 WIB para wali murid SDN Gedongan 3 Mojokerto yang menunggu berangkat tour ke Bali menggunakan 2 Bus pada hari Jumat (22/6/2018), pihak travel bernama Heru tidak kunjung datang.
Informasi yang di dapat dari ketua paguyuban Orip Widodo mengatakan, “Tadi sekitar jam 12.00 WIB, memang pihak travel bernama Heru sempat datang ke salah satu panitia bernama Ismi. Dan nampaknya Ia (Heru) menginformasikan, kalau 2 bus sudah sampai di alun-alun Mojokerto yang terlambat datang. Karena tanpa rasa kwatir, panitia pun tetap koordinasi dengan teman-teman wali murid lainnya.
“Setelah di tunggu sampai jam 16.00 Heru juga tidak datang dan HP nya tidak bisa di hubungi, ternyata Pihak Bus melalui Didik sopir bus ketika di konfirmasi hanya diberi DP 1 juta. Padahal uang terlanjur disetorkan ke Heru selaku pihak Travel Heru. Tentunya kami sudah bayar uang tour itu secara lunas sebesar kurang lebih Rp. 85 jutaan.,” Kata Orip Widodo (Ketua Paguyuban dan juga wali murid) pada awak media.

Ironisnya, pembatalan tour ke Bali tersebut, baru diberitahukan pada hari itu juga melaui WA. Padahal semua wali murid sekitar 90 orang beserta siswanya telah dikumpulkan untuk melakukan tour ke Bali. Lalu setelah pihak panitia SDN Gedongan 3 Mojokerto membatalkan Tour ke Bali hari ini, Pihak Panitia akan berusaha menagih uang yang sudah disetorkan itu kepada Heru dan memberikan waktu selama 2 bulan untuk mengembalikan uang peserta Tour ke Bali tersebut. Bahkan hal ini sempat adu argument dan saling melempar tanggung jawab, perdebatan berakhir ketika salah satu wali murid yang tidak mau di sebutkan namanya mengutarakan, apapun yang terjadi, panitia dan pihak sekolah harus bertanggung jawab. Karena wali murid tidak mengenal Heru, tapi mengenal panitianya dan pihak sekolah.

Sementara, Kepala SDN 3 Gedongan Nur Hidayah melempar tanggung jawabnya kepihak Panitia tour Bali.
“Semua diserahkan sepenuhnya kepihak panitia, dan semua harus sabar serta ikhlas, sebab ini musibah,” Jelas Nur Hidayah.

Sepertinya dari beberapa wali murid dan siswa yang gagal berangkat sangat kecewa terhadap pihak dan travelnya.
“Kami hanya berharap uang bisa kembali dan akan menyelesaikan hal ini kejalur hukum,” Tegas wali murid yang juga anggota Kodim ini. (Andy/Yanto)