Wednesday, April 17, 2024
HomeBerita BaruJatimUSTAD MUKHLIS VS H SALIM, AQIDAH TIDAK CUKUP MELALUI SYARI'AH SAJA

USTAD MUKHLIS VS H SALIM, AQIDAH TIDAK CUKUP MELALUI SYARI’AH SAJA

MALANG, Investigasi.today – Umat Islam memiliki pedoman yakni Al-qur’an dan Hadis, Pondok Pesantren Miftahul Munir yang beralokasi di Jl. Raya Jendral Sudirman Krajan Kalipare Kabupaten Malang, seperti biasa sudah beberapa Tahun ini sudah biasa dengan adanya kegiatan Yasinan, Tahlil sembari mengaji tentang Aqidah untuk kehidupan kita sehari-hari.

Kegiatan rutin setiap malam jum’at itu di ikuti oleh Jama’ah Almunir di Musolla Ponpes Miftahul Munir. Dalam pertemuan Kamis Malam Jum’at 22/9/17 kemarin, ada perbincangan antara Ustad Mukhlis dengan H. Salim mengupas tentang pondasi atau pedoman orang hidup itu tidak cukup hanya dengan berdasarkan Syari’at saja.

Untuk kesempurnaah berpedoman bagi umat Islam Khusnya, yaitu melalui Syari’at, Hakikat, Torikhot dan Ma’rifat. dari ke 4 Item ini menurut Gus Mukhlis sedikit penjabaran atau salah satu contoh seperti orang sholat, pandangan ilmu Syari’at sudah berwudlu’ sudah suci hadas kecil maupun besar, sudah dilaksanakan Syarat dan Rukunya, itu sudah benar dan syah menurut Syari’at.

Berbeda kalau pandangan Hakikat dengan terpenuhinya syarat dan rukunya sholat itu tidak cukup, akan tetapi harus dengan Khusuk dan Iklas..dan untuk mengetahui ikhlas itu sendiri adalah, melalui hati nurani kita Masing-masing yakni dengan tulus tanpa pamrih hanya ikhlas karena Alloh Swt ungkapnya.

Seiring satu tempat menurut H. Salim yang termasuk orang lama di jama’ah Almunir, membenarkan bahwa “Orang hidup itu berpedoman tidak cukup hanya Syari’at saja akan tetapi perlu di lengkapi dengan Hakikat, Torikot dan Ma’rifat”.

“Akan tetapi saya juga akan sedikit menambahkan dalam prinsip hidup berlingkungan dan bermasyarakat itu perlu kesadaran tingkat tingkat artinya kita tidak bisa bersi kukuh dengan prinsip atau kemauan kita sendiri dalam bermusyawaroh, berkemauan atau bertujuan jadi kita perlu menyadari bahwa orang-orang di sekeliling kita tidak sama dalam mengambil, melihat dan menyimpulkan suatu perkara, Satu contoh membahas tentang Masjid Tiban Turen Kabupaten Malang”.

Banyak orang kontroversi kalau orang fanatik memandang secara Syari’at, “Masjid kok buat tempat jualan??, Masjid kok banyak anak muda yang berpacaran?? Masjid kok buat Wisata??

Berbeda dengan yang terbiasa dengan orang yang terbiasa mengaplikasikan hidupnya dengan Ilmu Hakikat. Kalau melihat orang-orang yang datang ke Masjid Tuban Turen macam-macam yang datang ada kalanya orang yang sholat (Beribadah) ada orang sekedara hanya berwisata, ada juga orang yang datang cuma datang berpacaran menganggapnya tempat hiburan berwisata.

Bila orang datang dengan melihat kemegahan bangunan dan menimbulkan keyakinan betapa besar dan kekuasaan Allloh yang terkadang tidak dapat di ukur dengan logika manusia.

H. Salim menyimpupkan semua menyikapi atau memandang sesuatu tergantung pada pandanganya di lihat dari sisi mana???..ujar Pria berkumis tebal itu.

Inti dari perbincangan tersebut kita sebagai umat islam yang beriman 4 Item: Syari’at, Hakikat, Torikot dan Ma’rifat itu perlu bergandengan pasalnya ke Empat Dasar tersebut tetap berkesinambungan.(Utsman)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -











Most Popular