Wakapolres Badung Gelar Sosialisasi Pungli di Dishub

0

Badung, nvestigasi.today – Bertempat diruang Rapat Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Badung, pada hari Selasa, 14/5/19, tepat pukul 09.00 telah berlangsung sosialisai pelaksanaan Unit Pemberantasan Pungut Liar terhadap Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Rabu (15/5).

Kegiatan dengan Narasumber Ketua Pelaksana UPP Saber Pungli Badung Kompol Sindar Sinaga, SP dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kab. Badung Drs. A.A Ngurah Rai YudaDarma, MAP, Waka Pokja II Yustisi Kanit Tipikor Polres Badung, Inspektorat Kab. Badung, serta 37 orang baik dari Sraf Perhubungan Kab. Badung maupun anggota masing – masing Pokja UPP Badung.

Wakapolres mengatakan pengenaan biaya di tempat yang seharusnya tidak dikenakan biaya, memungut atau meminta uang secara paksa, itu sudah masuk dalam ranah pungli. Artinya setiap kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan publik diluar ketentuan hukum yang ada sudah dapat di pidanakan.

Perpres 87 Tahun 2016 tentang pembentukan Satgas Saber Punggli dan turunan SK Bupati tentang pembentukan UPP Kab. Badung, sebagai pelaksana pemberantasan punggli, cukup jelas mengatur punggutan yang sah baik berupa pajak, retribusi maupun dalam bentuk sumbangan.

“Kita yang mudah – mudah sajalah, tidak usah aneh – aneh disamping sudah dibekali peraturan berupa Perpres 87 tahun 2016 juga sudah disiapkan SOP dalam menjalankan tugas” ungkap Kompol Sinaga dengan senyum.

“Ini hanya sosialisasi, agar penyelenggra negara dalam pelayanan kepada masyarakat tidak terjebak terhadap hal – hal yang dapat merugikan diri sendiri dan institusi” jelas Ibu dua anak asal Medan ini.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan dengan melibatkan Pemerintah dan masyarakat bertujuan untuk mencegah terjadinya tindakan hukum yang dapat menjerat kedua belah pihak. Disamping itu pula memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa segala sesuatu harus tunduk pada hukum dan hidup antry.

Dari berbagai pertanyaan yang menghujani Narasumber, tak satupun diberikan jawaban yang tertunda, semuanya mengaku puas atas apa yang menjadi unek – unek di hati mereka. (Iskandar)