2,8 Tahun Penjara Ganjaran Bagi Terdakwa Deposito Abal – Abal

0

Surabaya, investigasi.today –  Ketua Majelis (KM) Harijanto menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Jayuk Lestari Ningsih selama 2,8 (dua tahun delapan bulan) penjara terkait kasus pemalsuan (3) tiga lembar billyet deposito Bank Panin Cabang Tropodo senilai Rp. 2,8 (dua miliard delapan ratus juta) dengan modus deposito abal-abal kepada korban Sri Wahyuni. 

Vonis tersebut dinilai lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang sebelumnya terdakwa di tuntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim, Muhammad Usman sesuai pasal 263 tentang pemalsuan dengan barang bukti tiga lembar deposito bilyet Bank Panin.

“Mengadili terdakwa Jayuk Lestari Ningsih telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum sesuai pasal 263 ayat (1) KUHP dengan kurungan 2,8 (dua tahun delapan bulan) penjara,” Ujar Harijanto di ruang sidang Kartika I PN Surabaya, Kamis (1/2)

Setelah mendengar putusan dari Majelis Hakim, tim kuasa hukum terdakwa, Irma Rahmawati dan Nurul Fariati menyatakan pikir-pikir.
“Saya pikir-pikir pak Hakim” Ujar Irma Rahmawati.

Di akhir persidangan, kuasa hukum terdakwa, Irma Rahmawati ketika ditemui keluarga terdakwa yang saat itu mengikuti jalanya persidangan berniat akan melaporkan dua saksi terkait kasus penipuan deposito abal-abal tersebut.

Dua saksi yang di sebut-sebut itu yakni, saksi Ita Kurniawati dan saksi Candra Kartika, yang diduga turut serta dalam melakukan pemalsuan dan penipuan sesuai pasal 55 ayat (1), dikarenakan dua saksi itu adalah satu tim di Bank BTPN bagian marketing.

“Kami akan melakukan tindakan hukum dengan melaporkan kedua saksi Ita Kurniawati dan saksi Candra Kartika ke Polda, di karenakan dua saksi tersebut turut terlibat kasus hukum sesuai pasal 55 ayat (1) tentang keterlibatan dalam kasus pemalsuan dan penipuan” Ujar Irma Rahmawati saat di konfirmasi media seusai sidang.

Dia menambahkan, lanjut Irma bahwa dirinya sudah mengantongi bukti transfer dari terdakwa kepada kedua saksi  Ita Kurniawati dan Candra Kartika dari putaran duit senilai Rp. 2,8 miliard tersebut.

“Saya sudah mengantongi bukti aliran dana yang masuk ke Nomor Rekening kedua saksi mulai Februari 2014 hingga 2017 dengan total keseluruhan sebesar Rp. 500juta,” pungkasnya. (ml)