Sunday, April 14, 2024
HomeBerita BaruPeristiwa60 DESA IKUTI GRESIK BERHIAS MENUJU GRESIK BEBAS SAMPAH 2020

60 DESA IKUTI GRESIK BERHIAS MENUJU GRESIK BEBAS SAMPAH 2020

Gresik,
Investigasitop.com – Wakil Bupati Gresik
Dr. H. Moh. Qosim didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
termasuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumarno, Kabag Humas dan Protokol Pemkab
Gresik Suyono, jajaran Forkopimda serta masyarakat Gresik melaunching kegiatan
bertajub Gresik Berhias, Minggu (23/04/2017).

Kegiatan Launching yang dilakukan di Bundaran
Gresik Kota Baru (GKB) tersebut sebelumnya diisi dengan kegiatan Senam bersama
dan diisi dengan sejumlah lomba menarik, diantaranya lomba yel-yel dan kreasi
busana daur ulang.

Dalam sambutannya, Wabup Qosim menyatakan rasa
bangganya lantaran setiap desa yang terlibat pada kegiatan Gresik Berhias
sebelumnya. Terbukti dari beberapa desa yang menjuarai Gresik berhias mampu
menjadi Desa Berseri Mandiri di Jatim. Antara lain desa Lasem, Kramat Inggil,
Gending dan Pekauman.

“Supaya
hal ini terulang kembali, maka kami berharap setiap Kecamatan bisa mengeluarkan
desa atau kelurahan terbaiknya,” ujar Wabup Qosim.
Pada kegiatan Gresik Berhias tahun
ini diikuti sekitar 60 desa. Hal tersebut berdasarkan laporan yang ia terima
dari penyelenggara. “Mereka terdiri dari 7 Desa/Kelurahan di kecamatan Gresik,
Kebomas, Manyar dan 13 Kecamatan lainnya memilih 2 hingga 4 desa terbaik,”
terangnya.

Beliau berharap agar kegiatan ini
diikuti sebaik mungkin dan semaksimal mungkin dengan menyiapkan dengan bak
segala sesuatunya. “Mengingat manfaat dari kegiatan ini cukup banyak. Termasuk
tujuan kita menuju Gresik bebas sampah tahun 2020,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DLH Gresik
Soemarno melalui Kabag Humas dan Protokol pemkab Gresik Suyono menjelaskan
bahwa ada tiga juara dalam Gresik Berhias tahun ini. Diantaranya kategori
madya, pratama dan yel-yel. Untuk itu, ia mengingatkan para camat untuk tidak
hanya mengutamakan yel-yel, namun juga mengeksplor potensi wilayah.

“Seperti halnya [enghijauan, pengolahan sampah
dan sejumlah kriteria pendukung lainnya,” jelasnya.

Suyono juga menambahkan, dri
kegiatan ini bisa memiliki bank smapah di setiap desa. Ia berharap, dari
kegiatan ini semakin banyak masyarakat yang menanam pohon. Sehingga bisa
mengembalikan Gresik menjadi hijau dan asri seperti dulu. (Luhung)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -











Most Popular