
Gresik, Investigasi.today – Memasuki musim tanam Oktober hingga Desember 2022, petani di Jawa Timur mendapat alokasi tambahan pupuk bersubsidi sebanyak 198.540 ton. Hal ini sesuai Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 05 Tahun 2022 tentang Realokasi Pupuk Bersubsidi di Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2022.
Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Timur, Suharno menuturkan, tambahan pupuk bersubsidi itu merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022. Terdapat beberapa hal yang berubah pada aturan baru ini, antara lain penetapan dua jenis pupuk subsidi Urea dan NPK, serta pengurangan jumlah komoditas dari 70 menjadi 9 komoditas.
“Para petani tidak perlu mengkhawatirkan kebutuhan pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK. Ini karena Kementan telah memberikan penambahan alokasi pupuk bersubsidi di Jawa Timur. Di mana, tambahan alokasi yang sudah direstui adalah 198.540 ton yang terdiri dari Urea sebesar 87.580 ton dan NPK sebesar 110.960 ton,” tuturnya, Rabu (21/09/2022).
Suharno mengapresiasi Kementan yang telah menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk petani jatim hampir 200 ribu ton. Di tengah dampak pencabutan pupuk subsidi jenis SP-36, ZA, dan organik serta pengurangan jenis tanaman yang mendapat subsidi dari 70 menjadi 9 tanaman yang sangat terasa di lapangan oleh para petani.
“Alhamdulillah terdapat peningkatan alokasi pupuk subsidi jenis Urea dan NPK yang sangat dibutuhkan oleh petani,” ujar Suharno.
Terkait dengan ini lanjut dia, dirinya juga mengapresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur yang bergerak cepat menindaklanjuti Kepmentan yang baru, dengan menambahkan alokasi pupuk subsidi ke kabupaten lumbung pangan yang sangat membutuhkan pupuk bersubsidi.
Di tempat terpisah, Vice President (VP) Penjualan Wilayah 4A Jawa Timur PT Pupuk Indonesia (Persero) Iyan Fajri menyatakan siap mendistribusikan tambahan alokasi pupuk bersubsidi tersebut ke kabupaten/kota di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Dengan penambahan alokasi hampir 200 ribu ton di Jawa Timur, saat ini kami memiliki stok pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK di gudang lini 3 yang berada di kabupaten/kota sebesar 128 ribu ton atau 2,5 kali dari ketentuan stok minimal sebesar 52 ribu ton. Artinya, Pupuk Indonesia siap untuk menyediakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi di Jawa Timur pada musim tanam Oktober-Desember 2022,” ujarnya.
Sesuai rinciannya, tambahan alokasi pupuk bersubsidi itu diperuntukkan kepada 15 kabupaten di Jawa Timur dengan rincian, Lamongan sebanyak 25.622 ton yang terdiri Urea 13.057 ton dan NPK 12.565 ton. Banyuwangi sebanyak 21.739 ton yang terdiri Urea 10.000 ton dan NPK 11.739 ton.
Kediri sebanyak 19.371 ton yang terdiri Urea 8.991 ton dan NPK 10.380 ton. Mojokerto sebanyak 18.474 ton yang terdiri Urea 3.250 ton dan NPK 15.224 ton. Lumajang sebanyak 15.326 ton yang terdiri Urea 5.502 ton dan NPK 9.824 ton.
Kemudian Nganjuk sebanyak 15.037 ton yang terdiri Urea 8.656 ton dan NPK 6.381 ton. Ngawi sebanyak 14.651 ton yang terdiri Urea 5.862 ton dan NPK 8.789 ton. Blitar sebanyak 13.792 ton yang terdiri Urea 6.007 ton dan NPK 7.785 ton. Tulungagung sebanyak 12.611 ton yang terdiri Urea 5.896 ton dan NPK 6.715 ton. Bondowoso sebanyak 12.502 ton yang terdiri Urea 5.403 ton dan NPK 7.099 ton.
Berikutnya Madiun sebanyak 12.459 ton yang terdiri Urea 5.652 ton dan NPK 6.807 ton. Ponorogo sebanyak 11.996 ton yang terdiri Urea 4.476 ton dan NPK 7.520 ton. Jember sebanyak 11.975 ton yang terdiri Urea 3.124 ton dan NPK 8.851 ton. Tuban sebanyak 10.009 ton yang terdiri Urea 3.944 ton dan NPK 6.065 ton. Jombang sebanyak 9.669 ton yang terdiri Urea 5.501 ton dan NPK 4.198 ton. (Slv)


