Monday, June 1, 2026
HomeBerita BaruJatimNila Yani: UMKM dan Kearifan Lokal Harus Menjadi Kekuatan Baru Ekonomi Desa

Nila Yani: UMKM dan Kearifan Lokal Harus Menjadi Kekuatan Baru Ekonomi Desa

Gresik, Investigasi.today – Upaya membangun desa yang sehat, produktif, dan berdaya saing terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hal itu terlihat dalam peluncuran Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul di Ecopark Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Minggu (31/5/2026), yang menjadi momentum penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus pelestarian warisan budaya kuliner Nusantara.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri Anggota DPR RI Komisi VII, Nila Yani Hardiyanti, Kepala Desa Randuagung Khambali, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, komunitas pesepeda, serta ratusan warga yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Dalam sambutannya, Nila Yani memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Pemerintah Desa Randuagung yang berhasil mengintegrasikan olahraga, pemberdayaan UMKM, dan pelestarian budaya dalam satu gerakan berbasis masyarakat.

Menurutnya, kehadiran Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul bukan sekadar agenda rekreasi, melainkan bagian dari strategi membangun ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.

“Program seperti ini memiliki dampak yang sangat luas. Selain mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, kegiatan ini juga membuka ruang promosi bagi UMKM lokal serta menjaga eksistensi jajanan tradisional yang merupakan identitas budaya bangsa,” ujar Nila Yani.

Putri daerah Randuagung tersebut menegaskan, desa-desa di Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi pusat ekonomi baru apabila mampu mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki, baik sektor wisata, budaya, maupun produk unggulan masyarakat.

“Ecopark Randuagung memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata berbasis edukasi, budaya, dan ekonomi kreatif. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kawasan ini dapat menjadi contoh pengembangan desa yang mampu menggerakkan ekonomi sekaligus menjaga kearifan lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Randuagung, Khambali, menjelaskan bahwa Pasar Ahad Jajanan Jadul akan digelar secara rutin setiap bulan pada pekan kedua di kawasan Ecopark Randuagung. Program tersebut disiapkan sebagai destinasi wisata desa sekaligus ruang pemasaran bagi pelaku usaha mikro dan kuliner tradisional.

Beragam kuliner khas Nusantara tersaji dalam pasar tersebut, mulai dari cenil, klepon, lupis, putu, kue cucur, hingga aneka makanan dan minuman tradisional yang membangkitkan nostalgia para pengunjung.

Tak hanya berburu kuliner, masyarakat juga mengikuti kegiatan gowes bersama yang menempuh rute mengelilingi wilayah desa dan kawasan sekitar. Aktivitas tersebut menjadi simbol semangat kebersamaan, gaya hidup sehat, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Peluncuran Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul ini sekaligus menegaskan komitmen Desa Randuagung dalam menghadirkan ruang publik yang produktif, inklusif, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat desa. (Sye)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular