
Jakarta, investigasi.today – Dokter Hewan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) drh. Gunawan Budi Utomo mengungkapkan tindakan menjaga kebersihan merupakan salah satu upaya efektif untuk mencegah penularan flu burung di pasar.
“Kita harus waspada terhadap flu burung, kita harus pastikan pasar ini bersih, sehat, aman,” kata Gunawan, Kamis (2/3).
Menurut Gunawan, yang juga merupakan Senior Technical Advisor for Value Chain and AMR FAO ECTAD Indonesia, kondisi pasar berisiko tinggi tercemar virus flu burung karena banyaknya unggas yang dijual dan dipotong di sana.
Untuk itu, kebersihan dan kesehatan lingkungan pasar harus selalu diperhatikan, bukan hanya oleh pengelola pasar dan petugas kebersihan, tetapi juga oleh para pedagang hingga konsumen.
Gunawan menuturkan, lingkungan pasar dan peralatan apapun yang bersentuhan dengan unggas harus selalu dibersihkan dengan rutin dan benar. Lalu, cuci tangan dengan air sabun sebelum dan sesudah memegang unggas atau dagingnya.
“Penanganan unggas secara higienis juga diperlukan agar kontaminasi terhadap produk-produk yang ada bisa diminimalisir, Penggunaan pendingin bisa jadi salah satu metode agar unggas tidak perlu dipotong di pasar tapi di rumah potong yang higienis,” ujar Gunawan.
Sementara bagi konsumen dan masyarakat, Gunawan menganjurkan untuk teliti saat membeli daging unggas. Pastikan membeli daging unggas yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) di kios yang bersih dan sehat untuk mencegah kontaminasi kuman.
“Komunikasi dan edukasi menjadi sangat penting agar pedagang dapat meningkatkan kesadaran, pengelola pasar dan pemerintah juga harus mempunyai ketegasan dalam menata pasar, konsumen juga harus cerdas memastikan bahwa produk yang diterima ini dalam kondisi aman,” pungkas Gunawan. (Ink)


