Thursday, March 5, 2026
HomeBerita BaruJatimDi Tengah Efisiensi Anggaran, Gresik Gelontorkan Rp 9,3 Miliar untuk Atlet: Investasi...

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Gresik Gelontorkan Rp 9,3 Miliar untuk Atlet: Investasi Nyata Bangun Generasi Juara

Gresik, Investigasi.today – Di saat banyak daerah melakukan pengetatan belanja, Pemerintah Kabupaten Gresik justru menegaskan prioritasnya: prestasi dan masa depan generasi muda. Bertempat di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Rabu (4/3/2026), Bupati Fandi Akhmad Yani menyerahkan bonus total Rp 9,3 miliar kepada atlet, pelatih, asisten pelatih, dan official kontingen Gresik yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX.

Keputusan ini bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan pernyataan tegas bahwa olahraga adalah investasi sumber daya manusia.

Prestasi yang Dibangun dengan Sistem

Pada Porprov IX Jatim 2025, kontingen Gresik membukukan:
• 44 medali emas
• 37 medali perak
• 53 medali perunggu
• Total 303 poin

Dari 63 cabang olahraga yang dipertandingkan, Gresik mengikuti 50 cabang dan sukses meraih medali di 35 cabang. Hasil tersebut mengantarkan Gresik ke peringkat ke-6, naik dari posisi ke-7 pada Porprov 2023.

Sebanyak 716 personel diterjunkan, terdiri atas 572 atlet dan 144 official. Kenaikan peringkat ini menunjukkan pembinaan yang semakin terstruktur dan konsisten.

Cabang penyumbang medali tersebar luas, mulai dari cabang terukur seperti atletik dan renang hingga bela diri dan olahraga beregu. Diversifikasi prestasi ini memperlihatkan bahwa kekuatan Gresik tidak bertumpu pada satu-dua cabang, melainkan pada ekosistem pembinaan yang lebih merata.

Reward sebagai Stimulus, Bukan Konsumsi

Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen. Ia menegaskan bahwa bonus yang diberikan harus dipandang sebagai modal untuk naik kelas, bukan sekadar hadiah sesaat.

“Kita ingin anak-anak muda Gresik membuktikan bahwa prestasi tidak hanya di ruang akademik, tetapi juga di arena olahraga. Porprov adalah gerbang untuk melangkah lebih tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar bonus digunakan secara bijak—untuk menunjang latihan, pendidikan, dan kesiapan menuju level kompetisi berikutnya.

Pesannya jelas: prestasi harus berkelanjutan.

Olahraga sebagai Strategi Pembangunan

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Gresik, Saifudin Ghozali, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan atas disiplin dan pengorbanan para atlet dan tim pendukung.

Menurutnya, total Rp 9,3 miliar yang digelontorkan adalah bagian dari strategi membangun mental juara dan daya saing daerah.

“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah bentuk kepercayaan pemerintah kepada atlet sebagai aset masa depan daerah,” tegasnya.

Penyerahan bonus dilakukan secara simbolis oleh Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif, disaksikan jajaran Forkopimda, KONI, Komisi II DPRD Gresik, serta kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular