
Gresik, Investigasi.today – Hamparan kebun buah kini menjadi pemandangan baru di Tanah Kas Desa (TKD) Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Lahan seluas lebih dari tiga hektare yang dulu berupa persawahan kini berubah menjadi kawasan Wisata Edukasi Petik Buah yang dikelola oleh BUMDes Pengalangan Sejahtera.
Deretan pohon belimbing madu, jambu kristal, kelengkeng, hingga mangga tumbuh subur di kawasan tersebut. Bibit yang ditanam beberapa tahun lalu kini mulai menghasilkan buah yang bisa dipetik langsung oleh pengunjung.
Konsep wisata ini memungkinkan masyarakat menikmati buah segar langsung dari kebun dengan harga terjangkau, sekaligus belajar tentang budidaya tanaman.
Gerakkan Ekonomi dan Lapangan Kerja
Selain menjadi tempat wisata sederhana di desa, pengembangan TKD ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Desa Pengalangan, Ahyar Abdul Mutholib, menjelaskan bahwa sebelumnya lahan TKD tersebut dikelola sebagai persawahan. Namun melalui musyawarah bersama perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), konsep pemanfaatannya kemudian diubah.
“Sekarang TKD tidak lagi hanya dimanfaatkan sebagai sawah, tetapi dikembangkan menjadi perkebunan buah dan pasar tradisional desa yang dikelola oleh BUMDes Pengalangan Sejahtera,” ujar Ahyar saat ditemui di lokasi kebun, Minggu (8/3/2026).
Keberadaan Pasar Tradisional Pengalangan yang berada di kawasan tersebut juga menjadi penggerak ekonomi warga.
Menurut Ahyar, sekitar 90 persen pedagang di pasar merupakan warga Desa Pengalangan sendiri. Selain itu, kebun wisata petik buah juga membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat.
“Di kebun ini ada lima warga yang bekerja mengelola dan merawat tanaman. Ini menjadi peluang kerja bagi masyarakat desa,” katanya.
Edukasi Pertanian dan Pola Hidup Sehat
Wisata petik buah di Desa Pengalangan tidak hanya berorientasi pada ekonomi. Kawasan ini juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Pengunjung dapat mengenal berbagai jenis tanaman buah sekaligus belajar proses budidayanya. Di sisi lain, masyarakat juga didorong untuk lebih sering mengonsumsi buah segar sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Ahyar berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat aset desa tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Hasil dari pengelolaan aset desa ini juga dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, salah satunya santunan bagi anak yatim piatu di desa,” ujarnya.
Raih Penghargaan Desa Berdaya
Upaya pengembangan Tanah Kas Desa tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2025, Pemerintah Desa Pengalangan menerima penghargaan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Timur atas inovasi pengelolaan aset desa.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan aset desa yang tepat dapat menjadi kekuatan baru bagi pembangunan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
“Kami berterima kasih kepada Dinas PMD Jawa Timur, seluruh perangkat desa, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga Desa Pengalangan dapat menjadi salah satu ikon desa berdaya,” pungkas Ahyar. (Ink)


