
Gresik, Investigasi.today – Perayaan Paskah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata berbagi kasih kepada sesama. Hal ini dilakukan Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kabupaten Gresik bersama Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Gresik dengan menggelar perayaan Paskah yang dirangkai dengan kegiatan sosial bagi para penyapu jalan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh sukacita ini menjadi momentum untuk meneguhkan makna Paskah sebagai kabar kemenangan dan pengharapan bagi seluruh umat manusia.
Ketua PGLII Kabupaten Gresik, Pdt. Abraham Budi Dwi P., MA., M.Th., M.Pd.K., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena perayaan Paskah tahun ini dapat dirayakan sekaligus menjadi kesempatan untuk berbagi kasih kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kasih Kristus yang dirayakan dalam Paskah adalah kasih yang menjangkau semua orang tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan.
“Melalui kerja sama yang indah antara PGLII Gresik dan GPdI Gresik, kami ingin membawa kasih Tuhan ke tengah masyarakat luas. Kasih yang kita bagikan ini tidak memandang bulu—suku, agama, kaum, atau bahasa,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 penyapu jalan menerima bantuan sebagai bentuk perhatian kepada para pekerja yang setiap hari menjaga kebersihan kota namun kerap luput dari perhatian masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua GPdI Gresik sekaligus Bendahara PGLII Gresik, Pdt. Henokh Bayu, serta Sekretaris PGLII Gresik, Pdt. Stevanus, yang bersama-sama mendukung terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.

Pdt. Abraham juga menyampaikan apresiasi kepada GPdI Gresik yang telah menjadi mitra dalam pelayanan sosial sehingga perayaan Paskah dapat menjadi berkat bagi banyak orang.
Menurutnya, kegiatan berbagi kasih seperti ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
“Kami ingin agar karya kasih ini terus dilakukan dan semakin luas menjangkau masyarakat, termasuk para pekerja yang sering tidak terlihat seperti penyapu jalan. Mereka juga perlu merasakan perhatian dan kasih dari sesama,” tambahnya.
Paskah sendiri merupakan perayaan iman umat Kristen yang memperingati kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Dalam iman Kristen, kebangkitan Kristus menjadi tanda kemenangan atas dosa dan maut serta membawa harapan baru bagi umat manusia.
Melalui perayaan ini, umat diajak untuk terus menghidupi nilai kasih, kepedulian, dan persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Perayaan Paskah dan aksi sosial tersebut pun ditutup dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk tetap bersyukur, menjaga semangat hidup, serta saling mengasihi sebagai sesama warga bangsa.
“Kristus telah membayar lunas, Kristus telah bangkit, dan kita hidup dalam kemenangan,” menjadi pesan Paskah yang disampaikan kepada seluruh umat dan masyarakat. (*/Ink)


