
Gresik, Investigasi.today – Upaya menghijaukan kawasan industri terus digencarkan. Kali ini, Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Gresik turun langsung menanam puluhan pohon produktif di Asrama Polisi Randuagung, Kecamatan Kebomas, Rabu (22/4/2026).
Aksi ini bukan sekadar seremoni. Di balik cangkul dan bibit yang ditanam, ada pesan tegas: Gresik butuh lebih banyak ruang hijau dan solusi nyata menghadapi panas ekstrem serta ancaman krisis pangan.
Sejak pagi, suasana asrama sudah ramai. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution hadir bersama Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny. Yanggi Ramadhan, didampingi jajaran pejabat utama Polres, perwakilan PT Petrokimia Gresik, serta instansi lingkungan dan pertanian.
Ketua Bhayangkari Cabang Gresik, Ny. Yanggi Ramadhan, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai langkah konkret, bukan kegiatan simbolik belaka.
“Lahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan harus diubah jadi ruang hijau yang produktif. Tidak hanya enak dipandang, tapi juga punya nilai ekonomi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi Gresik sebagai kawasan industri dengan suhu yang kian terasa menyengat. Penghijauan, menurutnya, menjadi langkah penting untuk meredam dampak perubahan iklim, termasuk fenomena El Nino, sekaligus menekan potensi munculnya sarang hewan berbahaya di lahan kosong.
Puluhan bibit ditanam serentak—mulai dari mangga, klengkeng, jambu kristal, jambu air, hingga sawo jumbo, serta tanaman peneduh seperti sono. Kombinasi ini dipilih untuk memberi manfaat ganda: memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi jangka panjang.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan, gerakan ini adalah investasi masa depan.
“Kita tidak hanya menanam pohon. Kita sedang menanam harapan untuk Gresik yang lebih sehat, lebih sejuk, dan lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-46 YKB, sekaligus mengarah pada peringatan HUT Polri ke-80 dan HUT Polwan ke-78. Diawali doa bersama, dilanjutkan penyerahan tali asih, hingga penanaman pohon secara simbolis, seluruh rangkaian berjalan tertib dan penuh makna.
Di tengah tekanan industri dan perubahan iklim, langkah kecil seperti ini menjadi sinyal kuat: menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, tapi keharusan. (Sye)


