
Jakarta, investigasi.today – Suasana Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) diprediksi akan memanas malam ini. Tepat pukul 20.00 WIB, Timnas Indonesia akan beraksi dalam laga bertajuk FIFA Match Day seri Garuda Championship Series dengan menghadapi tim tangguh asal Timur Tengah, Oman. Laga ini menjadi pembuka sebelum Indonesia kembali berlaga melawan wakil Afrika, Mozambik, pada Selasa (9/6) mendatang di stadion yang sama, juga pukul 20.00 WIB.
Tantangan berat menanti pasukan Garuda. Kedua lawan yang hadir memiliki peringkat dunia di atas Indonesia. Jika Timnas Indonesia berada di posisi ke-122 peringkat FIFA, Oman jauh lebih unggul di urutan ke-79, sementara Mozambik bertengger di posisi ke-101. Namun, laga kontra Oman malam ini memiliki makna yang jauh lebih dalam: ini adalah kesempatan emas untuk mengakhiri “puasa kemenangan” yang sudah berlangsung selama 38 tahun lamanya.
Balas Dendam Sejarah: Terakhir Menang Tahun 1980-an!
Bagi pelatih baru Indonesia, John Herdman, laga ini punya misi khusus. Sejarah mencatat, dari enam kali pertemuan kedua negara, Indonesia hanya mampu menang dua kali—dan itu terjadi sangat lama berselang, tepatnya pada 1987 dan 1988 dalam ajang King’s Cup. Saat itu, Garuda mengamankan kemenangan meyakinkan dengan skor 2-0 dan 3-0.
Sejak saat itu, nasib tidak berpihak pada Indonesia.
• 2007: Kalah 0-1 (Laga Persahabatan)
• 2009: Imbang 0-0 (Kualifikasi Piala Asia)
• 2010: Kalah 1-2 (Kualifikasi Piala Asia)
• 2021: Kalah telak 1-3 (Laga Persahabatan)
Rekor itu menjadi bahan bakar bagi Oman di bawah asuhan pelatih baru mereka, Tariq Sektioui. Pelatih asal Maroko yang baru menjabat sejak Maret lalu ini bertekad memperpanjang rekor positif timnya melawan Indonesia. Sebelum menangani Oman, Sektioui dikenal sukses menangani tim muda Maroko, dan kini ia ingin membuktikan kemampuannya di level senior.
Hanya Tiga Skuad Sisa dari Laga Terakhir
Menariknya, dari pertemuan terakhir tahun 2021 saat Indonesia masih dilatih Shin Tae-yong, tinggal tiga nama yang masih bertahan dan dipanggil kembali malam ini. Mereka adalah kiper andalan Nadeo Argawinata, bek tengah tangguh Rizky Ridho, dan penyerang sayap lincah Yakob Sayuri. Mereka menjadi saksi sejarah kekalahan lalu, dan kini berkesempatan ikut membalasnya.
Bagi John Herdman, ini adalah ujian ketiganya bersama Garuda. Debutnya berjalan manis dengan kemenangan 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis pada Maret lalu, namun berakhir kecewa setelah kalah tipis 0-1 dari Bulgaria. Malam ini, Herdman dituntut menemukan rumus kemenangan kembali, sekaligus mematahkan kutukan 38 tahun melawan tim berjuluk Al-Ahmar (Si Merah) itu.
Sama-sama Gagal ke Piala Dunia, Sama-sama Ingin Bangkit
Ada persamaan nasib antara kedua tim: sama-sama harus pulang lebih awal dari persaingan menuju Piala Dunia 2026 pada babak kualifikasi putaran keempat Oktober tahun lalu. Indonesia terhenti setelah kalah dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1). Sementara Oman gagal melaju setelah hasil imbang tanpa gol lawan Qatar dan kekalahan 1-2 dari Uni Emirat Arab. Kini, keduanya bertekad bangkit dan menunjukkan performa terbaik di laga uji coba bergengsi ini. (Ink)


