Monday, April 27, 2026
HomeBerita BaruJatimDiserbu Warga, Baksos Kesehatan Gratis KWGe Jadi Magnet HPN 2026 di Gresik

Diserbu Warga, Baksos Kesehatan Gratis KWGe Jadi Magnet HPN 2026 di Gresik

Gresik, Investigasi.today – Antusiasme warga tak terbendung. Ratusan orang memadati Balai Komunitas Wartawan Grissee (KWGe) di kawasan Heritage Bandargrisse, Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Gresik. Mereka datang sejak pagi, memburu layanan pengobatan, cek kesehatan gratis, hingga donor darah dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang masih jadi tantangan bagi sebagian masyarakat, baksos KWGe menjelma jadi titik temu antara kebutuhan warga dan kepedulian insan pers.

Acara dibuka secara resmi dengan kehadiran Wakil Bupati Gresik Ashluchul Alif, Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, Kepala Dinas Kesehatan dr. Mukhibatul Husna, Kepala Disparbudpora Syaifuddin Ghozali, serta sejumlah tamu undangan.

Ketua KWGe, Miftahul Arif, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan agenda seremonial semata, melainkan komitmen tahunan untuk turun langsung ke masyarakat.

“Baksos ini rutin kami gelar setiap HPN. Ini cara kami memastikan pers tidak hanya hadir lewat berita, tapi juga lewat aksi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, rangkaian HPN 2026 akan ditutup dengan agenda yang sudah punya “daya tarik massa” tersendiri: Festival Tumpeng Nasi Krawu. Ribuan bungkus kuliner khas Gresik itu akan disusun dalam gunungan di Islamic Center Balongpanggang—sebuah perayaan budaya yang selalu dinanti warga.

“Festival ini sudah jadi ikon tahunan kami. Bukan cuma soal kuliner, tapi juga identitas dan kebersamaan masyarakat Gresik,” tambah Miftah.

Wakil Bupati Gresik, Ashluchul Alif, memberi apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Ia menilai langkah KWGe menunjukkan peran strategis pers yang tak hanya mengabarkan, tetapi juga berkontribusi langsung.

“Kami berharap sinergi ini terus terjaga. Pers punya peran penting menyampaikan progres pembangunan sekaligus menjaga keseimbangan informasi di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya integritas jurnalis di tengah derasnya arus informasi.

“Pers adalah pilar demokrasi. Karena itu, kode etik harus dijaga. Ini penting agar masyarakat tidak terjebak dalam arus hoaks yang merusak,” tegasnya.

Sebagai catatan, HPN 2026 versi KWGe dirangkai dalam sejumlah kegiatan: mulai dari Khotmil Qur’an dan ziarah pendahulu, dialog kesehatan bersama Dinkes, bakti sosial, hingga Festival Tumpeng Nasi Krawu sebagai penutup.

Di tengah sorotan terhadap kualitas informasi dan kebutuhan dasar masyarakat, kegiatan ini memberi pesan sederhana tapi kuat: pers yang hadir, adalah pers yang berdampak. (Sye)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -


Most Popular