Tuesday, May 12, 2026
HomeBerita BaruHukum & KriminalGresik Kembali Membara, Rivalitas Perguruan Silat Telan Korban

Gresik Kembali Membara, Rivalitas Perguruan Silat Telan Korban

Gresik, Investigasi.today – Tradisi konvoi dan rivalitas antarperguruan silat kembali memakan korban. Ratusan oknum pesilat bentrok brutal di Desa Sawo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026) malam hingga Minggu dini hari. Sedikitnya lima orang terluka, dua di antaranya mengalami cedera di bagian kepala akibat aksi kekerasan yang berlangsung di tengah permukiman warga.

Insiden ini menambah daftar panjang bentrokan perguruan silat di Indonesia yang terus berulang hampir setiap tahun, khususnya di wilayah Jawa Timur. Fenomena tersebut bahkan kerap menjadi perhatian nasional karena melibatkan massa besar, konvoi liar, perusakan fasilitas, hingga korban jiwa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan bermula ketika puluhan anggota salah satu perguruan silat menggelar latihan rutin di Desa Sawo. Situasi berubah mencekam sekitar pukul 00.30 WIB saat ratusan pesilat dari kelompok berbeda datang secara bergerombol menggunakan sepeda motor dari arah utara desa.

Tanpa banyak komunikasi, serangan langsung pecah. Bentrokan tidak hanya memicu korban luka, tetapi juga menyebabkan sejumlah sepeda motor dirusak, lokasi latihan porak-poranda, serta barang-barang milik peserta dilaporkan hilang.

Kapolsek Dukun AKP Slamet Priyono membenarkan insiden tersebut. Namun penanganan perkara sepenuhnya dilimpahkan ke Polres Gresik mengingat jumlah massa yang terlibat cukup besar dan situasi dianggap serius.

“Laporannya langsung ke Polres. Ada lima korban luka ringan,” ujar Slamet, Senin (11/5/2026).

Polisi mengaku telah memeriksa sejumlah saksi hingga larut malam untuk mendalami kronologi serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga menjadi provokator bentrokan.

Peristiwa di Dukun kembali menunjukkan bahwa konflik antarperguruan silat belum sepenuhnya bisa dikendalikan, meski aparat dan pemerintah daerah berulang kali melakukan deklarasi damai. Di berbagai daerah di Jawa Timur, bentrok serupa kerap dipicu konvoi massa, aksi balas dendam, hingga provokasi di media sosial yang berujung kekerasan jalanan.

Jika tidak ditangani serius, konflik semacam ini berpotensi terus berulang dan berubah menjadi ancaman keamanan sosial yang lebih luas, terutama karena melibatkan mobilisasi massa dalam jumlah besar dan berlangsung di ruang publik. (Slv)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -



Most Popular