
Jakarta, investigasi.today – Langkah hukum Kejaksaan Agung semakin tegas menyusul penggeledahan kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang dilakukan pagi tadi. Sore harinya, mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, resmi ditahan. Ia terlihat keluar dari Gedung Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dengan mengenakan rompi khas tahanan berwarna pink, digiring langsung oleh petugas pada pukul 17.11 WIB.
Mengenakan kaos hitam di balik rompi penanda status tahanan itu, Dadan tampak berjalan tertunduk dan diam seribu bahasa. Saat awak media memanggil namanya berulang kali untuk meminta keterangan, ia sama sekali tidak menanggapi dan segera masuk ke dalam mobil tahanan yang telah menunggu.
Dadan bukan satu-satunya pejabat tinggi BGN yang diborgol dan dibawa ke tahanan. Kejagung juga menahan mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, serta pejabat lainnya, Sony Sonjaya. Keduanya pun terlihat mengenakan rompi tahanan yang sama, menandakan bahwa ketiganya kini berada di bawah pengawasan ketat aparat penegak hukum.
Menariknya, penahanan ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot mereka dari jabatan strategis di lembaga yang bertugas mengurusi program gizi nasional itu, tepatnya pada Selasa (2/6).
Kantor Dikepung Sejak Pagi, Pimpinan Lain Dikabarkan Ada di Sentul
Aksi hukum ini bermula sejak pagi tadi. Sejak pukul 08.00 WIB, gedung kantor BGN di Jakarta Pusat sudah dikepung dan dijaga sangat ketat. Gabungan pasukan TNI dan Polisi berdiri di setiap sudut, membatasi akses masuk dan keluar. Suasana di lokasi terasa mencekam; sebagian besar karyawan yang beraktivitas di dalam maupun keluar gedung tampak enggan berbicara dan menolak memberikan keterangan apa pun kepada wartawan.
Di tengah hiruk-pikuk penggeledahan dan penahanan pimpinan utamanya, muncul informasi mengejutkan dari salah satu petugas keamanan di lokasi. Ia menyebutkan bahwa sejumlah pejabat tinggi BGN lainnya saat ini tidak berada di kantor, melainkan berada jauh di Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Menurut keterangan tersebut, para pimpinan itu sedang menghadiri sebuah acara khusus yang menghadirkan pembicara motivasi terkenal asal luar negeri, Tony Robbins. Sementara kantor mereka digeledah dan rekan sejawatnya ditahan di Jakarta, sebagian pucuk pimpinan lembaga itu dikabarkan sedang mengikuti kegiatan pengembangan diri.
Hingga berita ini diturunkan, Kejagung belum merilis secara resmi dugaan tindak pidana apa yang disangkakan terhadap Dadan dan dua rekannya, serta barang bukti apa saja yang berhasil disita dari kantor BGN pagi tadi. Publik pun kini menunggu apakah jaring dugaan pelanggaran ini akan melebar ke pihak lain yang masih berstatus pimpinan di lembaga tersebut. (Ink)


