
Jakarta, investigasi.today – Skuad Garuda kembali bikin bangga seluruh rakyat Indonesia! Bermain di hadapan ribuan pendukung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa malam, Timnas Indonesia sukses mengunci kemenangan 1-0 atas tim nasional Mozambik dalam ajang FIFA Matchday 2026. Satu-satunya gol penentu kemenangan lahir dari kaki dingin Ole Romeny, sekaligus melengkapi rekor sempurna Garuda di dua laga uji coba kali ini usai menaklukkan Oman 3-0 sebelumnya.
Dibawah arahan pelatih John Herdman, Indonesia langsung tampil bernafas serangan sejak peluit pertama berbunyi. Baru dua menit berjalan, Ragnar Oratmangoen sudah mengguncang pertahanan lawan dengan terobosan mematikan ke dalam kotak penalti. Tendangannya sempat diblok, namun serangan terus berlanjut. Dari sepak pojok, sundulan keras Elkan Baggott nyaris membuka keunggulan, sayap bola malah memantul tiang gawang. Belum selesai rasa kecewa itu, dua menit berselang giliran Kevin Diks yang menusuk tajam dari sayap, namun tembakannya masih melenceng sedikit dari sasaran.
Gempuran tak berhenti di situ. Marselino Ferdinan juga sempat melepaskan tembakan keras yang sudah mengecoh kiper, tapi nyawa gawang Mozambik masih terjaga berkat sapuan pemain yang berdiri tepat di garis pertahanan. Sementara itu, barisan pertahanan Indonesia yang dikawal ketat Maarten Paes tampil disiplin dan kokoh. Setiap kali Mozambik mencoba melancarkan serangan balik di bawah asuhan pelatih Francisco Queriol Conde Junior, langkah mereka selalu terhenti rapi.
Momen Emas Ole Romeny
Kebuntuan akhirnya terpecah di pertengahan babak pertama lewat aksi ciamik Ole Romeny. Berawal dari umpan panjang akurat Ragnar Oratmangoen dari lini tengah, Ole dengan cerdik melepaskan diri dari kawalan bek lawan. Dengan kecepatan tinggi, ia membawa bola mendekati gawang, dan saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper, ia tak terburu-buru. Dengan ketenangan tinggi, Ole melewati penjaga gawang sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. GOL! Indonesia unggul 1-0, dan SUGBK pun bergemuruh riuh.
Tertinggal satu gol, Mozambik berusaha menaikkan tempo dan bermain lebih agresif. Namun, garis pertahanan Garuda tetap tak tertembus. Bahkan Ole nyaris mencetak dua gol malam itu di menit-menit akhir babak pertama, namun sepakannya sedikit melebar di sisi kanan gawang.
Strategi Baru di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, John Herdman melakukan langkah berani dengan merotasi pemain sekaligus untuk menjaga intensitas permainan. Sandy Walsh, Nathan Tjoe-A-On, dan Raihan Hannan masuk menggantikan Rizky Ridho, Ivar Jenner, dan Marselino Ferdinan. Perubahan ini langsung memberi dampak positif. Raihan Hannan terlihat lincah menyusup dari sisi sayap dan memberikan umpan manja ke Nathan Tjoe-A-On. Sayang sekali, tendangan keras Nathan malah membentur mistar gawang.
Meskipun Indonesia masih mendominasi penguasaan bola, Mozambik tampil lebih tertata dan solid di babak kedua. Mereka kerap memutus aliran bola dan berbahaya lewat serangan balik. Di menit ke-72, ancaman nyata datang lewat tendangan keras Bheu Antonio Januario, namun refleks luar biasa Maarten Paes menggagalkan penyamaan kedudukan. Dari sepak pojok berikutnya, sundulan pemain lawan kembali melayang tak jauh dari sasaran.
Menjelang bubar jalan, kedua tim saling sikut dan bertukar serangan yang menegangkan. Namun skor 1-0 tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini menegaskan performa gemilang Timnas Indonesia yang sukses meraih poin sempurna di dua laga uji coba, membangun optimisme tinggi sebelum melaju ke kompetisi yang lebih besar. (Naf)


