Thursday, June 11, 2026
HomeBerita BaruJatimNaik Kelas Berkat Program Lontar, Omzet UMKM Ring Satu Petrokimia Gresik Melonjak...

Naik Kelas Berkat Program Lontar, Omzet UMKM Ring Satu Petrokimia Gresik Melonjak Tajam

Gresik, Investigasi.today – Berawal dari usaha jamu temulawak rumahan yang dipasarkan dari pintu ke pintu dan melalui status WhatsApp, kini Siti Nur Afidah (47) mampu memproduksi hingga 100 botol per hari. Bahkan, saat momentum bazar dan Ramadan, seluruh produknya ludes terjual hanya dalam hitungan jam. Transformasi usaha tersebut tak lepas dari pendampingan melalui program Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar (Lontar) yang diinisiasi PT Petrokimia Gresik.

Perempuan yang akrab disapa Afidah itu merintis usaha jamu temulawak sejak 2019. Namun, pada masa awal menjalankan usaha, pemasaran produknya masih sangat terbatas sehingga pertumbuhan usaha berjalan lambat.

“Dulu jualannya hanya dari rumah ke rumah, lewat WhatsApp atau grup lapak. Lakunya lama sekali,” ujar Afidah, Selasa (9/6/2026).

Titik balik usahanya terjadi setelah bergabung dalam program Lontar. Melalui program pemberdayaan tersebut, Afidah tidak hanya memperoleh bantuan permodalan, tetapi juga mendapatkan dukungan peralatan produksi, pelatihan pengemasan produk, hingga fasilitasi perizinan dan sertifikasi.

“Kalau tidak ada pendampingan, kami sulit berkembang. Untuk bahan, alat, sertifikasi, sampai pengujian produk, biayanya besar dan tidak mudah kami penuhi sendiri,” ungkapnya.

Berkat dukungan tersebut, kapasitas produksinya meningkat signifikan. Warga Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik ini kini mampu memproduksi sekitar 100 botol jamu temulawak setiap hari. Dalam kondisi normal, stok biasanya habis dalam dua hingga tiga hari. Namun saat bazar atau Ramadan, seluruh produksi bisa terjual hanya dalam sehari.

“Waktu Ramadan kemarin, sekali produksi 100 botol langsung habis. Malamnya harus produksi lagi untuk dijual keesokan harinya. Begitu terus selama beberapa hari,” katanya.

Tak hanya jamu temulawak, berbagai produk lain yang dipasarkan Afidah seperti kacang goreng, kacang telur kemasan, kolak kacang hijau, hingga aneka jajanan pasar juga mendapat respons positif dari konsumen.

Sebelum mengikuti program Lontar, pasar produknya hanya berkisar di lingkungan sekitar rumah. Kini, jangkauan pemasarannya semakin luas dan kerap menerima pesanan untuk berbagai kegiatan perusahaan.

“Alhamdulillah sekarang pesanan datang bukan hanya dari tetangga atau warga sekitar, tetapi juga dari kegiatan perusahaan,” ujarnya.

Peningkatan penjualan tersebut berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga. Dari hasil usaha yang terus berkembang, Afidah mampu membantu membiayai pendidikan kedua anaknya. Saat ini, satu anaknya telah bekerja, sementara satu lainnya sedang menempuh pendidikan tinggi.

Menurut Afidah, salah satu manfaat penting yang diperoleh dari program Lontar adalah peningkatan kualitas kemasan produk. Pendampingan tersebut membuat produknya tampil lebih menarik dan memiliki daya saing yang lebih baik di pasar.

“Dulu kemasan kami sederhana. Sekarang diajari membuat kemasan yang lebih menarik dan profesional sehingga produk terlihat lebih meyakinkan,” tuturnya.

Kisah Afidah menjadi gambaran nyata bagaimana program pemberdayaan yang tepat mampu mendorong UMKM naik kelas. Dari usaha rumahan berskala kecil, kini berkembang menjadi usaha produktif yang memiliki kapasitas produksi lebih besar dan pasar yang terus meluas.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik, Darmawan, mengapresiasi kontribusi PT Petrokimia Gresik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan pelatihan, bantuan permodalan, serta pendampingan pemasaran bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, pelatihan yang terstruktur mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha, mulai dari manajemen usaha, literasi keuangan, hingga strategi pemasaran berbasis digital. Selain itu, akses permodalan yang lebih mudah turut membantu pelaku usaha memperbesar kapasitas produksi dan memperluas pasar.

“Melalui pelatihan yang terstruktur, para pelaku UMKM dibekali peningkatan kapasitas manajemen usaha, literasi keuangan, hingga strategi pemasaran berbasis digital. Di sisi lain, akses permodalan yang lebih mudah membantu mereka mengembangkan skala usaha dan memperluas jangkauan pasar,” ujar Darmawan.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap program serupa dapat diperluas sehingga manfaatnya dirasakan lebih banyak pelaku usaha mikro di berbagai sektor.

“Dengan pemerataan dukungan, dampak positif program diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Di tengah percepatan digitalisasi, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing UMKM. Pemanfaatan platform digital untuk promosi dan distribusi produk terbukti mampu meningkatkan omzet sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar.

“Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan pelaku UMKM harus terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem usaha yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkas Darmawan. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular