
Gresik, Investigasi.today – Ribuan warga memadati kawasan Gresik Universal Science (GUS), Balongpanggang, Minggu (28/6/2026), untuk menyaksikan kemegahan Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4. Perhelatan tahunan yang digagas Komunitas Wartawan Gressee (KWGe) dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) itu tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga mengantarkan Gresik mencatatkan sejarah baru di panggung dunia.
Sebanyak 3.000 bungkus nasi krawu disusun membentuk gunungan raksasa setinggi 4,5 meter. Kreasi kuliner khas Gresik tersebut resmi ditetapkan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai rekor dunia, sekaligus menjadi simbol keberhasilan mengangkat warisan budaya lokal ke level internasional.
Ketua KWGe, Miftahul Arif, mengaku bangga dan bersyukur atas capaian bersejarah tersebut. Menurutnya, penghargaan MURI merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan kekompakan seluruh insan pers yang tergabung dalam KWGe.
“Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 menjadi momen yang sangat membanggakan bagi kami. Rekor MURI ini adalah hasil kerja kolektif seluruh anggota KWGe untuk memberikan kontribusi nyata sekaligus memperkenalkan budaya Gresik kepada masyarakat luas,” ujar Miftah.
Jurnalis CNN Indonesia itu menjelaskan, proses verifikasi hingga penetapan rekor oleh MURI berlangsung sangat ketat. Seluruh panitia harus memastikan setiap ketentuan dan kriteria terpenuhi agar pengakuan tersebut dapat diraih.
“Prosesnya tidak mudah. Semua tahapan diverifikasi secara detail dan membutuhkan kerja keras luar biasa dari panitia maupun anggota KWGe. Alhamdulillah, upaya itu berbuah manis dengan lahirnya rekor dunia untuk Tumpeng Nasi Krawu,” katanya.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ia menilai nasi krawu bukan sekadar sajian kuliner, melainkan identitas budaya yang melekat kuat dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Gresik.
“Kami mengapresiasi dedikasi KWGe yang berhasil membawa Tumpeng Nasi Krawu meraih rekor MURI. Nasi krawu adalah kebanggaan masyarakat Gresik sekaligus identitas budaya yang harus terus dijaga dan dipromosikan,” ujarnya.
Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu berharap capaian tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor kuliner lokal.
“Semoga pengakuan ini menjadi momentum untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama UMKM, sehingga kesejahteraan warga Gresik semakin meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan MURI Ari Andriani menegaskan bahwa penyajian 3.000 bungkus sego krawu dalam satu rangkaian gunungan raksasa merupakan prestasi luar biasa dalam upaya pelestarian budaya daerah. Terlebih, nasi krawu telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.
“Dari sisi jumlah maupun nilai pelestarian budaya lokal, ini adalah pencapaian yang sangat istimewa. Karena itu MURI mencatat Tumpeng Sego Krawu ini tidak hanya memecahkan rekor tingkat nasional, tetapi juga dunia,” tegas Ari.
Nasi krawu sendiri merupakan kuliner khas Gresik yang terdiri dari nasi putih yang disajikan di atas daun pisang dengan lauk suwiran daging sapi, jeroan, serundeng kuning dan merah, serta sambal petis yang menjadi ciri khasnya.
Puncak Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 turut dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Ashluchul Alif, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, jajaran kepala OPD, serta sejumlah perusahaan mitra KWGe.
Lebih dari sekadar festival kuliner, rekor dunia Tumpeng Nasi Krawu menjadi penanda bahwa warisan budaya Gresik memiliki daya tarik besar untuk dikenal dan dibanggakan di tingkat global. (Ink)


