Tuesday, July 7, 2026
HomeBerita BaruJatimDari Kampung ke Pasar Lebih Luas: PetroNite Fest 2026 Angkat Produk Unggulan...

Dari Kampung ke Pasar Lebih Luas: PetroNite Fest 2026 Angkat Produk Unggulan Desa Binaan

Gresik, Investigasi.today – PetroNite Fest 2026 bukan sekadar pesta rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik. Ajang yang digelar perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini menjelma menjadi panggung strategis bagi produk unggulan desa dan kelurahan binaan untuk menembus pasar yang lebih luas.

Di tengah keramaian ribuan pengunjung yang memadati kawasan Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma Gresik, delapan stan desa dan kelurahan binaan tampil membawa identitas sekaligus potensi ekonomi lokal. Beragam produk hasil kreativitas masyarakat dipamerkan, mulai dari minuman herbal, makanan olahan, hingga produk pangan berbasis hasil budidaya warga.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah stan Kelurahan Sukorame. Di stan tersebut, pengunjung disuguhi minuman markisa segar dan kerupuk bayam Brazil, dua produk yang seluruh bahan bakunya berasal dari hasil budidaya masyarakat setempat.

Retno Istanti (62), anggota tim stan Kelurahan Sukorame, mengatakan produk tersebut lahir dari potensi lokal yang selama bertahun-tahun dikembangkan warga.

“Di Sukorame ada Kampung Markisa yang dikelola masyarakat. Saat ini terdapat sekitar 10 anjang-anjang markisa yang produktif. Selain itu, hampir setiap rumah menanam bayam Brazil dalam pot. Kedua komoditas ini kemudian kami olah menjadi produk unggulan kelurahan,” ujarnya.

Budidaya markisa di Sukorame dilakukan secara gotong royong. Di RW 1, sebanyak 22 warga yang terdiri atas kader perempuan dan laki-laki aktif merawat sekitar 100 tanaman markisa kuning dan ungu. Sementara bayam Brazil kini tumbuh di ratusan pot milik warga dan diolah menjadi produk bernilai tambah yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Tanti, sapaan akrab Retno Istanti, keikutsertaan dalam PetroNite Fest memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usaha warga. Produk yang sebelumnya hanya dipasarkan secara terbatas melalui media sosial dan penjualan langsung dari rumah kini semakin dikenal masyarakat.

“Kalau dulu promosi hanya lewat WhatsApp dan penjualan dari rumah, sekarang produk kami semakin dikenal karena sering ikut pameran seperti PetroNite Fest. Dampaknya terasa pada peningkatan pesanan. Saat Lebaran misalnya, penjualan minuman markisa bisa mencapai sekitar 100 boks,” ungkapnya.

Perkembangan tersebut tidak terlepas dari pendampingan Petrokimia Gresik melalui Program Lontar (Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar). Program ini tidak hanya mendukung proses produksi, tetapi juga memperkuat aspek pemasaran, termasuk membuka akses produk UMKM ke Swalayan Koperasi Konsumen Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG).

“Pendampingannya sangat lengkap, mulai produksi hingga pemasaran. Kesempatan mengikuti PetroNite Fest juga menjadi sarana promosi yang sangat efektif karena setiap hari dikunjungi ribuan orang,” tambahnya.

Transformasi serupa juga terjadi di Kelurahan Karangturi. Berawal dari bantuan bibit dan pembinaan Petrokimia Gresik, masyarakat setempat berhasil mengembangkan jahe merah menjadi minuman instan berbentuk bubuk yang kini dipasarkan dalam kemasan sachet maupun botol.

Yuanita Fitri Agustin (45), tim stan Karangturi, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang tepat mampu mengubah komoditas sederhana menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

“Kami mendapat bibit jahe merah dari Petrokimia Gresik, lalu dibimbing mulai dari budidaya hingga pengolahan menjadi minuman bubuk. Kini produk ini menjadi salah satu unggulan Karangturi,” katanya.

Selain memperluas pasar, pengembangan produk jahe merah juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat. Produk tersebut dipasarkan melalui Swalayan K3PG maupun penjualan langsung di lingkungan warga.

Tak hanya itu, stan Karangturi juga menghadirkan lontong Ubus, kuliner khas Gresik yang selalu diburu pengunjung. Selama penyelenggaraan PetroNite Fest, sekitar 40 kotak lontong Ubus terjual habis setiap hari.

“Alhamdulillah kami selalu mendapat kesempatan mengikuti PetroNite Fest. Kegiatan seperti ini sangat membantu meningkatkan pendapatan UMKM di Karangturi,” ujarnya.

Tahun ini, PetroNite Fest 2026 menghadirkan 670 tenant yang terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL), 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP. Selain itu, terdapat 12 tenant mitra binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik, dengan delapan di antaranya berasal dari desa dan kelurahan sekitar perusahaan, yakni Karangpoh, Karangturi, Roomo, Sukorame, Kroman, Lumpur, Ngipik, dan Tlogopojok.

Melalui ajang ini, Petrokimia Gresik tidak hanya menghadirkan ruang promosi, tetapi juga memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat. Produk-produk lokal yang sebelumnya beredar dalam skala terbatas kini mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas, membuka peluang pertumbuhan usaha berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga di sekitar perusahaan.

PetroNite Fest membuktikan bahwa ketika pembinaan, inovasi, dan akses pasar berjalan beriringan, potensi desa tidak lagi berhenti sebagai produk rumahan, melainkan mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi lokal yang kompetitif. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular