Tuesday, August 11, 2026
HomeBerita BaruJatimBukan Sekadar Pasang Merah Putih, 230 Warga Banyuwangi Bersihkan Sungai Bersama PTFI

Bukan Sekadar Pasang Merah Putih, 230 Warga Banyuwangi Bersihkan Sungai Bersama PTFI

Gresik, Investigasi.today – Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak berhenti pada pemasangan Merah Putih dan perayaan seremonial. Di Dusun Banyutami, Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik, ratusan warga turun langsung membersihkan lingkungan dan bantaran sungai.

Sebanyak 230 warga, pemerintah desa, dan PT Freeport Indonesia (PTFI) bergotong royong pada Minggu (9/8/2026). Mereka membersihkan bantaran sungai, mengecat fasilitas umum, menanam tanaman hias, serta memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 RI sekaligus menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan ke dalam aksi nyata di tingkat kampung.

Kepala Desa Banyuwangi, Siti Maslahah, mengatakan antusiasme warga terlihat dari keterlibatan masyarakat di seluruh lingkungan RT 1 hingga RT 5.

“Dari RT 1 sampai RT 5 yang terdiri dari sekitar 170 rumah, semuanya berkumpul dan gotong royong bersama,” kata Siti.

Menurutnya, warga tidak hanya membersihkan lingkungan dan sungai, tetapi juga menanam tanaman, mengecat fasilitas umum hingga menghias kawasan dengan Merah Putih.

Bagi pemerintah desa, kegiatan tersebut bukan sekadar mempercantik kampung menjelang perayaan kemerdekaan. Lebih jauh, gotong royong menjadi ruang untuk membangun kembali kepedulian warga terhadap lingkungan yang menjadi tempat hidup mereka sehari-hari.

“Kalau lingkungan bersih dan tertata tentu lebih nyaman, sehat, dan enak dilihat. Harapan kami, masyarakat bisa terus menjaga kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Dari Seremonial Kemerdekaan ke Aksi Lingkungan

Vice President External Affairs Smelter PTFI, Erika Silva, menegaskan bahwa semangat kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada perayaan.

Menurut dia, kehadiran PTFI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah desa dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Semangat kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Erika.

Ia mengatakan melalui semangat One Freeport untuk Indonesia, PTFI ingin memperkuat kerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat, termasuk dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.

“Gotong royong ini menjadi bentuk kepedulian PTFI terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional,” ujarnya.

Yang menarik, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kebersihan kawasan. Unsur keberlanjutan juga mulai diterapkan dalam aksi penghijauan.

Masyarakat memanfaatkan kompos hasil pengolahan sampah organik dari TPS3R binaan PTFI, sementara pot tanaman yang digunakan berasal dari bahan daur ulang.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kegiatan lingkungan tidak berhenti pada aksi bersih-bersih, tetapi diarahkan untuk mendorong kebiasaan pengelolaan sampah dan penghijauan yang lebih berkelanjutan.

Tak Hanya di Gresik, Semangat Kemerdekaan Bergerak ke Papua

Semangat menyambut HUT ke-81 RI juga berlangsung di sejumlah wilayah operasional PTFI di Papua.

Di Kampung Waa Banti, masyarakat menggelar berbagai kegiatan sejak awal Agustus, mulai dari pemasangan Bendera Merah Putih secara serentak, lomba olahraga dan permainan rakyat, bazar, pemutaran film perjuangan, upacara bendera hingga pesta rakyat.

Sementara di Kampung Koperapoka, rangkaian kegiatan mencakup bakti sosial, edukasi kesehatan anak, lomba kemerdekaan serta pelatihan sepak bola bersama Papua Football Academy (PFA) yang melibatkan sekitar 250 anak.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat.

Bagi PTFI, semangat One Freeport untuk Indonesia diarahkan bukan hanya pada aktivitas perusahaan, tetapi juga pada pembangunan kolaborasi sosial dan lingkungan bersama masyarakat.

Di Banyutami, pesan itu diterjemahkan secara sederhana namun nyata: membersihkan sungai, menghijaukan lingkungan dan bekerja bersama warga.

Sebab, kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana sebuah bangsa merayakan hari lahirnya, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menjaga ruang hidupnya secara bersama-sama. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular