
Gresik, Investigasi.today – PKDI Gresik mengawali kiprahnya di PKDI Cup II 2026 regional Jawa Timur dengan kemenangan meyakinkan. Bermain di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), Gresik, Sabtu (8/8/2026), PKDI Gresik melibas PKDI Bangkalan dengan skor telak 4-1.
Kemenangan tersebut bukan sekadar tiga angka. Hasil ini membuat persaingan Grup E kian terbuka sekaligus menjadikan duel PKDI Gresik kontra PKDI Sidoarjo pada Senin (10/8/2026) sebagai laga krusial menuju perebutan tiket ke zona nasional.
PKDI Gresik langsung menunjukkan intensitas permainan sejak awal. Keunggulan pertama lahir melalui titik penalti yang dieksekusi kapten tim, Imam Sofwan.
PKDI Bangkalan sempat merespons. Dari situasi serupa, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Namun, PKDI Gresik tidak membiarkan momentum berbalik. Muhammad Barrul Ghofar, Kepala Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, kembali membawa Gresik unggul 2-1.
Memasuki babak kedua, tekanan PKDI Gresik semakin sulit dibendung. Permainan yang lebih dominan berbuah gol ketiga melalui Ahmad Amin, Kepala Desa Sembayat, yang mengubah kedudukan menjadi 3-1.
PKDI Bangkalan mencoba mengejar ketertinggalan, tetapi justru kembali kebobolan menjelang pertandingan berakhir. Barrul Ghofar mencetak gol keduanya sekaligus mengunci kemenangan PKDI Gresik 4-1.
Kemenangan besar tersebut disambut syukur oleh Imam Sofwan. Kapten PKDI Gresik itu menilai hasil pertandingan sesuai dengan target yang telah dicanangkan tim.
“Syukur Alhamdulillah, PKDI Gresik sesuai harapan berhasil menang dengan skor telak. Ini menjadi modal bagus untuk pertandingan melawan PKDI Sidoarjo,” ujarnya seusai pertandingan.
Namun, Imam menyadari kemenangan atas Bangkalan belum menyelesaikan pekerjaan. PKDI Gresik masih harus menghadapi Sidoarjo dalam pertandingan yang berpotensi menjadi penentu persaingan Grup E.
Lebih dari sekadar kompetisi, Imam berharap PKDI Cup II menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarkepala desa di Jawa Timur.
“Harapan kami, dengan adanya kegiatan ini paling tidak terjalin kebersamaan antarkepala desa se-Jawa Timur. Selain itu, diharapkan terjalin persaudaraan antar-PKDI,” katanya.
Senada, pemain PKDI Gresik Suryadi, Kepala Desa Pandanan, menyebut kemenangan atas Bangkalan menjadi suntikan kepercayaan diri sekaligus memperkuat soliditas skuad.
“Dengan support antar pemain, semoga tim kami bisa solid di pertandingan selanjutnya,” ujarnya.
Suryadi pun menatap optimistis duel kontra PKDI Sidoarjo. Menurutnya, persiapan tim yang rutin berlatih menjadi salah satu modal menghadapi laga tersebut.
“Kita sering latihan, jadi tidak ragu lagi melawan Sidoarjo,” katanya.
Persaingan Grup E Makin Ketat
Pertandingan melawan Sidoarjo menjadi semakin penting setelah PKDI Bangkalan sebelumnya menghantam PKDI Sidoarjo dengan skor 6-1 pada 6 Agustus 2026.
Dengan demikian, peta persaingan Grup E menjadi semakin menarik. PKDI Gresik kini memiliki momentum setelah meraih kemenangan besar atas Bangkalan, sementara Sidoarjo harus bangkit setelah menelan kekalahan telak.
Artinya, duel Gresik kontra Sidoarjo bukan lagi sekadar pertandingan lanjutan. Laga tersebut menjadi pertarungan penting untuk menjaga peluang lolos dari Grup E.
PKDI Cup II regional Jawa Timur sendiri digelar di 10 titik di Jawa Timur. Setiap grup dihuni tiga tim PKDI.
Untuk Grup E, seluruh pertandingan dipusatkan di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, dengan peserta PKDI Gresik, PKDI Bangkalan, dan PKDI Sidoarjo.
Persaingan tidak berhenti pada fase grup. Hanya juara grup dan dua runner-up terbaik yang berhak melanjutkan perjuangan ke zona nasional yang akan digelar di Sidoarjo.
Karena itu, kemenangan 4-1 atas Bangkalan menjadi modal penting bagi PKDI Gresik. Tetapi satu hal sudah jelas: pertarungan menuju zona nasional baru dimulai. (Ink)


