Sunday, August 23, 2026
HomeBerita BaruJatimRatusan Warga Tumpah ke Jalan, Karnaval Morobakung Ubah Malam Kemerdekaan Jadi Panggung...

Ratusan Warga Tumpah ke Jalan, Karnaval Morobakung Ubah Malam Kemerdekaan Jadi Panggung Kreativitas

Gresik, Investigasi.today – Jalanan Desa Morobakung, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Sabtu (22/8/2026) malam, mendadak berubah menjadi panggung terbuka. Ratusan warga tumplek blek, bukan sekadar menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam karnaval kemerdekaan yang sarat kreativitas dan semangat kebersamaan.

Lima kelompok peserta dilepas langsung oleh Camat Manyar Hendriawan Susilo. Pelepasan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Morobakung Muhammad Askur Farid, Ketua BPD Muhammad Zainudin, perwakilan Polsek dan Koramil Manyar, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Beragam kostum dan atraksi menjadi daya tarik utama. Peserta tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, sementara sejumlah ogoh-ogoh berukuran besar ikut diarak menyusuri jalan desa.

Figur harimau, kuda Pangeran Diponegoro hingga Hanoman menjadi bagian dari parade. Di tengah arak-arakan, penampilan para penari yang diiringi musik rancak membuat suasana semakin semarak.

Namun, kemeriahan itu bukan sekadar soal kostum dan tontonan. Karnaval tersebut menjadi gambaran bagaimana ruang publik desa dapat dihidupkan melalui kreativitas warga.

Anak-anak, pemuda hingga orang dewasa larut dalam kegiatan yang dibangun dari partisipasi masyarakat. Jalan desa yang biasanya menjadi ruang lalu lintas warga, malam itu berubah menjadi ruang ekspresi bersama.

Kepala Desa Morobakung Muhammad Askur Farid mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari kolaborasi berbagai elemen masyarakat.

“Kami mengapresiasi masyarakat Morobakung yang sudah turut meramaikan kegiatan ini. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ujar Askur.

Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kekuatan utama sehingga karnaval dapat berlangsung meriah sekaligus tetap kondusif.

Sementara itu, Camat Manyar Hendriawan Susilo memberikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat Morobakung. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan.

“Semoga desa tambah makmur sehingga masyarakat lebih berdaya. Semoga semarak kemerdekaan bisa menambah kekompakan antarwarga,” kata Hendriawan.

Pesan itu menjadi penting di tengah kemeriahan karnaval. Sebab, kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan simbol, tetapi juga melalui kebersamaan warga dalam membangun lingkungan tempat mereka tinggal.

Di Morobakung, semangat itu malam tersebut diterjemahkan lewat kostum, ogoh-ogoh, tari-tarian dan arak-arakan yang menyatukan warga dalam satu ruang.

Karnaval pun bukan lagi sekadar parade. Ia menjadi panggung tempat warga menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih hidup—di jalan desa, di tengah masyarakat, dan melalui kreativitas mereka sendiri. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular