
JAKARTA, Investigasi.today – Strategi pemasaran di industri pertanian tidak lagi cukup mengandalkan penjualan produk. Kebutuhan petani harus dibaca dari lahan, diterjemahkan menjadi solusi, lalu dikembangkan menjadi strategi bisnis.
Pendekatan itulah yang membawa Direktur Keuangan & Umum PT Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, meraih penghargaan “Best Chief Marketing Officer 2026 in Delivering Customer Centric Growth through Innovative Marketing Strategies” dalam ajang Indonesia Best CMO Awards 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026) malam.
Penghargaan yang diberikan WartaEkonomi.co.id Research and Consulting tersebut menilai kemampuan Adityo dalam mendorong pertumbuhan bisnis melalui strategi pemasaran inovatif yang menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai titik utama.
Namun, di balik penghargaan tersebut terdapat strategi yang lebih besar: menghubungkan smart farming dengan smart marketing.
Adityo menilai, teknologi pertanian tidak semestinya berhenti pada peningkatan produktivitas di lahan. Data dan pengalaman yang diperoleh dari petani justru dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk membaca pasar dan menciptakan solusi yang lebih tepat sasaran.
“Smart farming bukan hanya tentang penggunaan teknologi di lahan. Lebih dari itu, kami membangun ekosistem pertanian yang mampu memberikan nilai bagi petani sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi perusahaan,” ujar Adit, sapaan Adityo Wibowo.
Dari Lahan Petani ke Strategi Pasar
Melalui pendekatan smart farming, Petrokimia Gresik mendampingi petani menerapkan budidaya yang lebih modern, presisi dan efisien.
Pendampingan tersebut sekaligus menjadi sumber informasi bagi perusahaan untuk memahami kebutuhan riil pelanggan. Kebutuhan di lapangan kemudian diterjemahkan menjadi strategi smart marketing, sehingga produk dan solusi yang ditawarkan tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi menjawab persoalan yang dihadapi petani.
Menurut Adit, pola hubungan perusahaan dengan pelanggan telah berubah.
Penjualan konvensional dinilai tidak lagi cukup. Perusahaan harus mampu memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam, kemudian menghadirkan solusi yang tepat, mudah diakses dan memiliki dampak nyata.
“Pendekatan ini sekaligus memperluas jangkauan pasar Petrokimia Gresik. Perusahaan telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia serta mulai mengembangkan pasar baru, termasuk segmen pelaku urban farming,” ujarnya.
Salah satu implementasinya terlihat melalui PETROSPRING: Smart Precision Farming Service.
Layanan tersebut menggabungkan pendampingan agronomis dengan teknologi drone untuk membantu petani melakukan pemupukan secara lebih cepat, tepat dan efisien.
Dalam periode 2024–2026, PETROSPRING telah mencakup 5.683 hektare lahan, melayani 458 pelanggan, serta melibatkan 29 mitra korporasi.
Angka tersebut menunjukkan bagaimana teknologi mulai ditempatkan bukan hanya sebagai alat produksi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi perusahaan membangun kedekatan dengan pelanggan.

Pestani, Menjual Pengalaman Sebelum Produk
Strategi serupa diterapkan melalui Pestani, platform community-based marketing yang menggabungkan product trial, farmer engagement dan commercial activation dalam satu pola aktivasi yang terukur.
Melalui mini demplot, petani tidak hanya diperkenalkan pada produk. Mereka diberi kesempatan menguji langsung, melihat hasil di lapangan, berdiskusi dalam komunitas, sekaligus membuka peluang pembelian lanjutan.
Hingga kini, Pestani telah melibatkan 982 petani dari 19 daerah di Pulau Jawa, dengan fokus pada lima komoditas: melon, semangka, cabai rawit, kentang dan bawang merah.
Program tersebut juga telah membentuk 25 komunitas petani baru, dengan peningkatan produktivitas hingga 18 persen.
Model ini memperlihatkan perubahan pendekatan pemasaran Petrokimia Gresik: bukan semata mendorong produk masuk ke pasar, tetapi membangun pengalaman, kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan pengguna.
Pertumbuhan Bisnis Berawal dari Nilai bagi Petani
Bagi Adityo, penghargaan Best CMO 2026 bukan semata pencapaian individu. Apresiasi tersebut menjadi pengakuan terhadap upaya seluruh Insan Petrokimia Gresik dalam membangun model bisnis yang semakin dekat dengan kebutuhan pelanggan.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat integrasi smart farming dan smart marketing. Tujuannya bukan hanya meningkatkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan solusi yang kami hadirkan benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” tandasnya.
Integrasi teknologi, data dan pemasaran berbasis kebutuhan pelanggan tersebut menjadi bagian dari transformasi Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero).
Dengan model tersebut, posisi perusahaan tidak lagi sebatas sebagai pemasok sarana produksi pertanian. Petrokimia Gresik berupaya masuk lebih jauh ke dalam ekosistem pertanian—membaca persoalan di lahan, mengolahnya menjadi data, menghadirkannya sebagai solusi, dan pada saat yang sama membangun pertumbuhan pasar.
Di tengah perubahan industri pertanian yang semakin cepat, strategi tersebut menjadi pertaruhan penting: seberapa jauh perusahaan mampu mengubah teknologi dan kedekatan dengan petani menjadi nilai nyata sekaligus pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Indonesia Best CMO Awards 2026 sendiri merupakan ajang apresiasi bagi pemimpin pemasaran yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan bisnis melalui inovasi dan transformasi digital. (Ink)


