
GRESIK, Investigasi.today – Peta jabatan strategis di lingkungan Polres Gresik berubah. Sebanyak 14 personel mengalami pergeseran dalam rotasi jabatan yang menyasar sejumlah posisi penting, mulai Wakapolres, Kasatlantas, Kasatreskrim hingga Kapolsek.
Serah terima jabatan (sertijab) tersebut dipimpin langsung Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution di Ruang Rupatama SAR Polres Gresik, Rabu (2/9/2026).
Rotasi ini bukan sekadar pergantian personel. Sejumlah posisi yang bersentuhan langsung dengan penegakan hukum, lalu lintas, hingga pelayanan keamanan masyarakat kini diisi pejabat baru.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolda Jawa Timur tertanggal 31 Juli 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Jatim. Pergeseran juga berkaitan dengan penataan organisasi setelah meningkatnya tipe Polres Sumenep dan Polres Tuban menjadi Polresta.
Dari 14 personel yang bergeser, delapan personel masuk ke Polres Gresik, empat personel meninggalkan Polres Gresik untuk menduduki jabatan baru, sementara dua lainnya mengalami pergeseran internal.
Kursi Strategis Berganti
Perubahan paling mencolok terjadi pada sejumlah jabatan strategis.
Kompol Rizki Santoso kini dipercaya sebagai Wakapolres Gresik. Sebelumnya, ia menjabat Wakapolres Ngawi.
Di bidang lalu lintas, AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie ditunjuk sebagai Kasatlantas Polres Gresik setelah sebelumnya menjabat Kasatlantas Polres Tuban.
Sementara kursi Kasatreskrim Polres Gresik kini ditempati AKP Mohammad Prasetyo. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Pergantian di dua satuan tersebut menjadi bagian penting dalam rotasi kali ini. Satlantas bersentuhan langsung dengan persoalan mobilitas dan ketertiban lalu lintas masyarakat, sedangkan Satreskrim menjadi salah satu ujung tombak penanganan berbagai perkara pidana.
Di tingkat kewilayahan, posisi Kapolsek Bungah kini dijabat Iptu Masdar Auzan. Sedangkan Kapolsek Gresik Kota dipercayakan kepada Iptu Muhammad Syahrir Husain. Keduanya sebelumnya merupakan Pama Polda Jatim dan lulusan STIK PTIK ke-83.
Selain itu, Ipda Muhammad Khalifah Nasif, Iptu Adi Atmaja Mahardika, dan Iptu Gavra Pedra Gianyar mendapat penugasan sebagai Pama Polres Gresik setelah sebelumnya berdinas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Empat Personel Tinggalkan Polres Gresik
Di sisi lain, empat personel meninggalkan Polres Gresik untuk mengemban tugas baru.
Kompol Shabda Purusha Putra dipercaya menjabat Kabagbinopsnal Ditressiber Polda Jatim.
Kemudian AKP Nur Arifin dipercaya sebagai Ps. Kasigar Subditgakkum Ditlantas Polda Jatim. AKP Arya Widjaya bergeser sebagai Ps. Kasatreskrim Polresta Tuban, sedangkan AKP Muhamad Kevin Ramadhan mendapat amanah sebagai Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota.
Pergantian tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa tugas keempat personel di lingkungan Polres Gresik dan dimulainya tanggung jawab baru di satuan masing-masing.
Sementara pada level internal, Kompol Slamet Priyono yang sebelumnya menjabat Kapolsek Dukun kini bergeser menjadi Analis Kebijakan Pertama Bidang SDM Polres Gresik.
Posisi Kapolsek Dukun selanjutnya ditempati AKP Suhari, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Bungah.
Dituntut Cepat Beradaptasi
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan, rotasi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Namun, pergantian jabatan tersebut juga membawa tuntutan baru bagi para pejabat yang menerima amanah.
“Mutasi merupakan hal yang biasa dan dinamis dalam organisasi Polri. Ini bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ramadhan.
Ia meminta pejabat yang baru segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tanggung jawab masing-masing. Program yang telah berjalan diharapkan tidak berhenti akibat pergantian pejabat, tetapi justru dilanjutkan dan ditingkatkan.
Pesan tersebut menjadi penting karena sejumlah pejabat baru kini langsung berhadapan dengan tugas-tugas strategis di wilayah hukum Polres Gresik. Tantangannya bukan hanya menjaga kesinambungan program, tetapi juga memastikan respons kepolisian terhadap persoalan masyarakat tetap cepat, profesional dan terukur.
Kepada pejabat yang meninggalkan Polres Gresik, Ramadhan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas.
“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polres Gresik. Semoga sukses di tempat penugasan yang baru dan terus memberikan pengabdian terbaik kepada institusi dan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan perubahan tersebut, konsistensi kinerja menjadi tantangan berikutnya. Pergantian jabatan pada akhirnya tidak hanya diukur dari siapa yang menduduki kursi baru, tetapi dari sejauh mana pejabat baru mampu menerjemahkan amanah tersebut menjadi kinerja nyata dan pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat Gresik. (Ink)


