Tuesday, September 22, 2026
HomeBerita BaruNasional400 Ton Sekam Padi per Hari Jadi Energi, SIG Pabrik Tuban Percepat...

400 Ton Sekam Padi per Hari Jadi Energi, SIG Pabrik Tuban Percepat Transisi ke Bahan Bakar Rendah Emisi

Proses bongkar muat sekam padi di area storage sekam di Pabrik Tuban, Jawa Timur.

JAKARTA, Investigasi.today — Limbah penggilingan padi tidak lagi sekadar menjadi residu pertanian. Di tangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), sekam padi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk menopang proses produksi semen sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Di Pabrik Tuban, Jawa Timur, pemanfaatan sekam padi menjadi salah satu bagian penting dari strategi SIG dalam meningkatkan penggunaan biomassa. Konsumsinya mencapai sekitar 400 ton per hari, menjadikan sekam padi sebagai jenis biomassa dengan porsi penggunaan terbesar di fasilitas tersebut.

Pasokan sekam padi tersebut berasal dari petani serta sekitar 10 perusahaan penggilingan padi yang tersebar di wilayah Tuban, Lamongan, Bojonegoro hingga Rembang.

Selain sekam padi, SIG juga memanfaatkan berbagai biomassa lain sebagai bahan bakar alternatif, antara lain cocopeat atau serbuk sabut kelapa, bonggol jagung, serbuk gergaji, dan ampas tebu.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan optimalisasi biomassa merupakan bagian dari implementasi Sustainability Roadmap SIG 2030. Peta jalan tersebut menjadi panduan strategi dan indikator keberlanjutan perusahaan untuk mendorong transformasi industri semen yang lebih rendah emisi menuju target Net Zero Emission.

“Penggunaan biomassa membantu perusahaan mendapatkan sumber energi alternatif untuk meningkatkan keandalan operasi dan memperkuat inisiatif semen hijau yang rendah emisi. Di saat yang bersamaan, langkah strategis ini turut menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya para petani dan perusahaan penggilingan padi,” kata Indrieffouny Indra.

Dari Limbah Pertanian Menjadi Rantai Nilai Ekonomi

Pemanfaatan sekam padi oleh SIG tidak berhenti pada aspek substitusi energi. Aktivitas tersebut juga membentuk rantai pasok baru yang menghubungkan sektor pertanian dengan industri semen.

Salah satu pemasok sekam padi ke SIG Pabrik Tuban adalah PT Pionir Nusantara Sukses. Perusahaan tersebut memasok sekitar 2.500 hingga 3.000 ton sekam padi setiap bulan ke Pabrik Tuban.

Direktur Pionir Nusantara Sukses, Irsan Yanuardi, mengatakan sekam yang dipasok mayoritas diperoleh melalui pengepul di Tuban, Lamongan dan Bojonegoro. Sebagian lainnya diperoleh langsung dari petani.

Sejak awal 2025 hingga September 2026, total pasokan sekam padi dari Pionir Nusantara Sukses ke SIG Pabrik Tuban telah mencapai sekitar 20.000 ton.

Menurut Irsan, bisnis pengumpulan dan pemasokan sekam padi menunjukkan kecenderungan peningkatan pendapatan. Namun, fluktuasi tetap terjadi karena pasokan dan kualitas sekam sangat dipengaruhi kondisi cuaca.

“Pendapatan secara rata-rata cenderung mengalami peningkatan, meskipun masih ada tantangan yang membuat pendapatan fluktuatif, seperti faktor cuaca yang dapat memengaruhi kualitas sekam dan ketersediaannya,” ujar Irsan.

Hingga kini, Pionir Nusantara Sukses memasok sekam padi hanya untuk SIG Pabrik Tuban. Menurut Irsan, kelancaran koordinasi menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan kerja sama tersebut.

“Karena koordinasinya berjalan baik, mulai dari penerimaan sampai pembayaran yang terbilang lancar. Kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut terus,” katanya.

Pemanfaatan sekam padi tersebut menunjukkan bagaimana strategi dekarbonisasi industri dapat berjalan beriringan dengan penciptaan nilai ekonomi di tingkat lokal. Limbah dari aktivitas pertanian dikonversi menjadi sumber energi bagi industri, sementara petani, penggilingan padi, pengepul, dan pemasok memperoleh ruang ekonomi baru dalam rantai pasok biomassa.

Bagi SIG, optimalisasi biomassa menjadi salah satu langkah untuk memperluas penggunaan bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen sekaligus mendukung agenda transformasi menuju industri yang lebih rendah emisi. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular