HomeBerita BaruNasionalSIG Perluas Pasar Indonesia Timur, Bata Interlock Presisi Tembus Proyek Perumahan di...

SIG Perluas Pasar Indonesia Timur, Bata Interlock Presisi Tembus Proyek Perumahan di Maros

MAROS, Investigasi.today – Pasar bahan bangunan di Indonesia Timur mulai menjadi sasaran ekspansi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Melalui inovasi Bata Interlock Presisi, perusahaan semen pelat merah tersebut memperluas penetrasi pasar dengan memasok material konstruksi untuk proyek Perumahan Sunrise City Maros, Sulawesi Selatan.

Langkah ini sekaligus menjadi momentum SIG memperkenalkan teknologi konstruksi yang mengedepankan kecepatan pembangunan, efisiensi material, kekuatan bangunan, dan desain modern di tengah kebutuhan hunian yang terus berkembang.

Produk Bata Interlock Presisi SIG dipilih PT Nusantara Land Development (NLD Corp) untuk pembangunan 17 unit rumah komersial di kawasan Sunrise City Maros. Hunian tersebut mengusung konsep Skandinavia dengan karakter arsitektur modern yang mengutamakan estetika dan fungsionalitas.

Bagi NLD Corp, penggunaan material ini bukan keputusan instan. Pengembang mengaku membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk melakukan riset, menggali informasi, hingga melihat langsung penerapan Bata Interlock Presisi pada rumah contoh di Bambu Apus, Jakarta, sebelum akhirnya memutuskan menggunakannya di Maros.

Direktur Utama NLD Corp, Tri Wijaya, mengatakan pihaknya mengembangkan rumah subsidi dan komersial dalam satu kawasan dengan konsep berbeda. Untuk segmen komersial, inovasi material menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan kepada konsumen.

“Rumah komersial berada di bagian depan kawasan. Materialnya menggunakan Bata Interlock Presisi SIG untuk mendukung konsep rumah bergaya Skandinavia seperti di Eropa. Kami menawarkan hunian dengan karakter material berbeda, tetapi dengan harga terjangkau. Ini yang kami coba hadirkan di sini. Sebuah kehormatan bagi kami karena menjadi rumah pertama di Sulawesi yang menghadirkan rumah dengan Bata Interlock Presisi SIG,” ungkap Tri Wijaya.

Bidik Pasar Lebih Luas, Termasuk Rumah Subsidi

Pemilihan Bata Interlock Presisi juga didasarkan pada pertimbangan kenyamanan hunian. Tri Wijaya menilai material tersebut mampu memberikan tampilan rumah yang lebih premium sekaligus membantu menjaga kondisi udara di dalam ruangan tetap sejuk.

Keunggulan itu dinilai relevan dengan karakter iklim Maros yang cenderung panas.

“ Saya menilai rumah bergaya Skandinavia yang dibangun menggunakan Bata Interlock Presisi memberikan tampilan yang lebih premium. Udara di dalam rumah juga lebih sejuk, ini saya rasakan sendiri. Cocok dengan cuaca di Maros yang cenderung panas. Itulah mengapa kami memilih Bata Interlock Presisi untuk menghadirkan rumah dengan karakter material berbeda, kualitas bagus dan harga terjangkau,” ujarnya.

Yang menarik, NLD Corp tidak menutup kemungkinan memperluas penggunaan teknologi tersebut ke segmen rumah subsidi.

Tri Wijaya mengungkapkan pihaknya tengah merancang penerapan Bata Interlock Presisi untuk proyek perumahan berikutnya. Jika terealisasi, penggunaan material inovatif tersebut berpeluang menjangkau pasar hunian yang lebih luas, tidak hanya konsumen rumah komersial.

“Ke depan kami akan coba memikirkan dan membuat satu kompleks perumahan kami di lokasi lain yang bisa menerapkan ini untuk rumah subsidi. Sementara kami rancang, semoga ke depannya bisa seperti itu,” katanya.

Rencana tersebut menjadi peluang strategis bagi SIG untuk memperluas penetrasi produk ke pasar perumahan yang lebih besar. Namun, penerapannya tentu akan bergantung pada perhitungan biaya konstruksi, harga jual, serta kesesuaian dengan ketentuan teknis rumah subsidi.

Semen Tonasa dan Varia Usaha Beton Jadi Ujung Tombak Pasokan

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan NLD Corp yang memilih Bata Interlock Presisi untuk pembangunan Sunrise City Maros.

Untuk memenuhi kebutuhan proyek tersebut, SIG mengandalkan sinergi dua anak usahanya di Indonesia Timur, yakni PT Semen Tonasa sebagai penyedia bahan baku dan pemasok, serta PT Varia Usaha Beton sebagai produsen Bata Interlock Presisi.

Kolaborasi ini memperlihatkan strategi SIG dalam mengoptimalkan jaringan bisnis dan kapasitas anak usaha untuk memperluas distribusi produk inovatif di pasar regional.

“Selaku anak usaha SIG di Indonesia Timur, PT Semen Tonasa dan PT Varia Usaha Beton akan bekerja sama dalam produksi dan penyediaan Bata Interlock Presisi untuk Perumahan Sunrise City Maros. Ini merupakan bentuk kolaborasi SIG Group dalam mendukung pembangunan di Indonesia dengan menyediakan bahan bangunan yang inovatif untuk berbagai kebutuhan konstruksi,” jelas Vita.

Kerja sama tersebut ditandai dengan kick off pembangunan rumah menggunakan Bata Interlock Presisi di kawasan Sunrise City Maros pada 3 Oktober 2026.

Kegiatan itu dihadiri Direktur Utama PT Semen Tonasa Anis, Direktur Utama NLD Corp Tri Wijaya, Komisaris Bumi Tirta Nusantara Grup Makassar sekaligus Senior Kehormatan REI Sulawesi Selatan Opa Aras, serta Ketua DPD REI Sulawesi Selatan yang juga CEO Bumi Pundi Karsa Holding Company, H. Badris Salam.

Teknologi Konstruksi Jadi Senjata Bersaing

Bata Interlock Presisi merupakan inovasi bahan bangunan dengan sistem balok yang saling mengunci melalui desain presisi. Teknologi ini dirancang untuk menghasilkan konstruksi yang kokoh, dengan proses pemasangan yang lebih praktis dibandingkan metode pasangan bata konvensional.

Sistem tersebut menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari efisiensi penggunaan material, percepatan durasi konstruksi, ketahanan terhadap api, hingga kemampuan membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk. Produk ini juga dirancang untuk mendukung konstruksi yang tahan terhadap risiko gempa.

Keunggulan tersebut menjadi nilai jual SIG dalam menghadirkan alternatif teknologi pembangunan rumah yang lebih efisien dan modern.

Vita Mahreyni menegaskan, pengembangan Bata Interlock Presisi merupakan bagian dari kontribusi SIG dalam memperkuat ekosistem perumahan nasional, khususnya melalui penyediaan bahan bangunan inovatif yang mendukung pembangunan hunian layak, terjangkau, dan memenuhi aspek keamanan.

“Dengan jaringan operasional yang luas, SIG siap mendukung pembangunan di seluruh wilayah Indonesia hingga wilayah terpencil dengan beragam bahan bangunan inovatif dan berkelanjutan,” tegas Vita.

Ekspansi ke Maros sekaligus memperlihatkan bahwa persaingan industri bahan bangunan tidak lagi semata bertumpu pada kapasitas produksi dan harga semen. Inovasi produk, efisiensi konstruksi, serta kemampuan menjawab kebutuhan pasar perumahan menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan.

Bagi SIG, tantangan berikutnya adalah mengubah proyek Sunrise City Maros menjadi pintu masuk bagi penetrasi Bata Interlock Presisi ke lebih banyak pengembang dan proyek perumahan di Indonesia Timur. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular