
GRESIK, Investigasi.today – Penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak cukup berhenti pada apel, barisan, dan struktur organisasi. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan kehadiran aparat perlindungan masyarakat benar-benar dirasakan warga, terutama ketika menghadapi gangguan keamanan, bencana, hingga kesulitan mengakses pelayanan dasar.
Pesan itulah yang ditekankan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat memimpin Apel Akbar Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS) Kabupaten Gresik 2026 sekaligus melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ASLINMAS periode 2026–2031 di Stadion GOR Tridharma Petrokimia Gresik, Senin (26/10/2026).
Sekitar 3.500 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah ini menunjukkan besarnya potensi kekuatan sosial yang dapat digerakkan untuk memperkuat ketenteraman dan ketertiban di wilayah Kabupaten Gresik.
Namun, besarnya jumlah anggota bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Bupati menegaskan, ASLINMAS harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat, mengenali persoalan di lingkungan masing-masing, serta membantu menghubungkan warga yang membutuhkan dengan pemerintah desa, kelurahan, maupun perangkat daerah terkait.
“Keberadaan ASLINMAS diharapkan tidak hanya dirasakan ketika masyarakat menghadapi gangguan, tetapi juga ketika mereka membutuhkan pendampingan untuk keluar dari kesulitan dan membangun kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.
Bukan Hanya Pengamanan, Kepedulian Sosial Jadi Tuntutan
Bupati mengingatkan, tugas perlindungan masyarakat tidak boleh dipersempit menjadi pengamanan kegiatan, penjagaan lingkungan, atau respons terhadap keadaan darurat dan bencana.
Anggota ASLINMAS juga diharapkan peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya, termasuk warga yang mengalami keterbatasan ekonomi maupun kesulitan memperoleh pelayanan dasar.
Dalam konteks ini, keberadaan anggota di tingkat wilayah memiliki arti strategis. Mereka dapat membantu mengenali persoalan sejak dini, menyampaikan informasi kepada pihak berwenang, dan mendorong warga memperoleh akses terhadap program perlindungan sosial maupun pemberdayaan pemerintah.
Meski demikian, peran tersebut harus dijalankan sesuai tugas dan kewenangan. Pendampingan kepada masyarakat juga wajib menghormati privasi, martabat, serta hak setiap warga.
Pesan ini sekaligus menempatkan ASLINMAS bukan sekadar organisasi dengan seragam dan kepengurusan, melainkan bagian dari jejaring sosial yang diharapkan mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pelayanan pemerintah.
Tiga Arahan Bupati, Profesionalisme hingga Kesiapsiagaan
Untuk memperkuat peran tersebut, Bupati menyampaikan tiga arahan kepada seluruh anggota ASLINMAS.
Pertama, meningkatkan disiplin dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Kedua, mengedepankan pendekatan humanis dan kepedulian sosial. Ketiga, memperkuat sinergi serta kesiapsiagaan menghadapi gangguan ketenteraman, ketertiban, bencana, dan keadaan darurat.
Bupati juga meminta pengurus yang baru dilantik membangun organisasi yang solid, meningkatkan kapasitas anggota, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, kejaksaan, dunia usaha, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Sinergi lintas sektor dinilai penting agar respons terhadap persoalan di lingkungan masyarakat dapat berjalan lebih terkoordinasi, tanpa melampaui kewenangan masing-masing.
“Keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari struktur kepengurusannya, tetapi juga dari sejauh mana organisasi tersebut mampu memberikan manfaat nyata dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pengurus Baru 2026–2031, Tantangan Menanti
Dalam kegiatan tersebut, H. Mochamad Choirul Rizal dilantik sebagai Ketua DPC ASLINMAS Kabupaten Gresik periode 2026–2031.
Ia didampingi Kurnia Suryandi sebagai Wakil Ketua I yang mengoordinasikan bidang operasional dan Zainul Arifin sebagai Wakil Ketua II yang membidangi pembinaan masyarakat. Sementara itu, Agustin Halomoan Sinaga dipercaya sebagai sekretaris dan Nieffa Indra Lesmana sebagai bendahara.
Kepengurusan turut mencakup bidang organisasi dan keanggotaan, hubungan antarlembaga, pemberdayaan masyarakat, perlindungan masyarakat, penanggulangan bencana, serta sosial kemasyarakatan.
Koordinasi wilayah juga melibatkan camat, kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Gresik. Susunan ini diharapkan memperkuat jangkauan koordinasi hingga tingkat lingkungan.
Pelantikan ditandai dengan pembacaan surat keputusan, pengucapan ikrar pengurus, serta penyerahan bendera pataka oleh Bupati Gresik kepada ketua DPC terpilih.
Ukuran Keberhasilan Ada pada Manfaat yang Dirasakan Warga
Dengan kepengurusan baru dan ribuan anggota yang terlibat, ASLINMAS Gresik diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, membantu menjaga ketertiban, serta meningkatkan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan pendampingan.
Pada akhirnya, efektivitas organisasi ini akan terlihat dari pelaksanaan tugas di lapangan: seberapa cepat persoalan lingkungan dikenali, seberapa baik koordinasi dilakukan, dan seberapa nyata warga terbantu ketika menghadapi kesulitan.
Apel akbar dan pelantikan menjadi titik awal penguatan organisasi. Pekerjaan berikutnya adalah menerjemahkan komitmen tersebut menjadi tindakan yang terukur dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat Gresik. (Ink)


