Thursday, January 15, 2026
HomeBerita BaruJatimAsrilia, Caleg DPRD Gerindra Jatim ; Lokalisasi Terselubung Makin Marak, Lebih Baik...

Asrilia, Caleg DPRD Gerindra Jatim ; Lokalisasi Terselubung Makin Marak, Lebih Baik Dolly Dibuka Lagi


Teks foto ; kejayaan Dolly

SURABAYA, Investigasi.Today – Asrilia Kurniati Bambang Harjo, Caleg DPRD Jatim Dapil Surabaya dari Partai Gerindra menyoroti tentang Dolly, lokalisasi terbesar di Asia Tenggara dan menyalahkan Walikota Risma karena sudah menutup tempat itu.
Dengan ditutupnya Dolly mengakibatkan penyebaran HIV/AIDS di Surabaya tidak bisa dikontrol dan makin merajalela.

Asrilia, istri anggota DPR RI Bambang Harjo ini mengatakan “Bu Walikota sudah salah dengan menutup Dolly, banyak sekali warga yang terdampak. Apakah Bu Walikota bertanggung jawab? Kan tidak. Saya di sini bukannya mendukung Dolly. Tapi saya ingin suatu lokalisasi ini ada tempatnya, agar penyakit HIV/AIDS tidak menyebar kemana-mana,” ujarnya kepada wartawan.

Ketua Peace and Love Jatim ini juga menyampaikan lokalisasi terselubung pascapenutupan Dolly mulai marak bertebaran di Surabaya. Seperti di kawasan Stasiun Wonokromo dan beberapa tempat lainnya.


Teks foto; Asrilia Kurniati Bambang Harjo

“Kita tidak tahu lokalisasi tersebut legal atau ilegal, yang pasti ada anak kecil sekitar lokalisasi itu. Bu Walikota mengatakan kita harus memberikan parenting atau pendidikan yang baik untuk anak-anak,” ungkapnya.

“Dengan begini, apa kita memberikan pendidikan yang baik, kan tidak. Kita malah merusak moral generasi muda. Ada PSK berjualan di sekitar stasiun dan dilihat anak kecil, itu jelas merusak,” paparnya.

Caleg DPRD Gerindra Jatim ini juga mengatakan “kita harus menempatkan suatu lokalisasi lagi atau tetap di Dolly saja. Belanda dulu sudah membangun Dolly dengan benar dan Dolly itu tempat lokalisasi yang tertutup. Bukannya saya setuju adanya prostitusi baru, tapi daripada ada prostitusi terselubung yang tidak terkontrol pemerintah, lebih baik yang mana? Banyak yang jual diri di mana-mana, sekarang HIV/AIDS tidak terdeteksi, sudah berapa angkanya di Surabaya?” terangnya

Asrilia mengaku sudah terjun langsung dan bertemu dengan masyarakat terdampak akibat penutupan Dolly di sekitar Putat Jaya Surabaya.

“Disana ada satu keluarga empat orang dengan kondisi yang memprihatinkan, tidak ada yang bekerja. Susah makan dan anaknya putus sekolah. Apakah kita akan mendiamkan saja hal seperti ini ?” pungkasnya. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular