ADA 7 PERKARA PEMICU HANCURNYA NEGERI

0
Malang, Investigasitop.com
– OPINI PUBLIK Oleh: Utsman Kabiro Investigasi Malang Raya
Banyak penyebab Bangsa dan Negara
ini bisa hancur diantaranya:

1- Keadilan di jadikan barang
dagangan ,Berbagai macam kasus yang
melibatkan petinggi negara di
bebaskan karna uangnya,sementara
masyarakat kecil di perlakukan tidak
adil seakan bagaikan sapi perah.
2- Korupsi Kolusi Nepotisme masih
menjalar di urat nadi Bangsa dan Negara ini,dan hal ini tidak hanya di dalam
pemerintahan tapi juga menjalar terhadap masyarakat kecil seperti contoh di
waktu akan di
lakukan pesta demokrasi dari
PILPRES,Pemilu
Legislatif,Pilgub,Pilkada, bahkan
sekalipun Pilkades.
Saat ini, yang menjadi pertanyaan
pertama kali adalah “UANGNYA”.Publik tanpa menyadari bahwa
uang itu adalah sebagai uang
sogokan,contoh lain POLISI LALULINTAS tak
pernah berhenti melakukan razia,toh
walaupun terkadang razia tersebut tanpa Perwira bahkan terkadan sering terjadi
upaya damai yang mana di
situ terjadi sogokan,orang yang
mestinya menghormati hukum tapi malah terlibat KKN.
3- Perekonomian kita cenderung
menganut paham kapitalisme bahkan sudah sangt mengakar di perekomian Indonesia
sehingga terjadi yang kaya
makin kaya yang miskin makin
miskin.Ada berbagai macam program bantuan pemerintah yang patut kita syukuri
tapi dari sisi lain hal tersebut justru menimbulkan ketergantungan akan
bantuan.Selain dari pada itu para pejabat dan pengelola tanpak makin rakus
dalam mengkorupsi
bantuan2 tesebut.
4- Selama 10thn Pemerintahan SBY
angka penganguran dan kemiskinan tidak beranjak turun meskipun data2 pemerintah
yang di publikasikan telah
turun namun fakta dan realitanya di
lapangan tidak sesuai dengan yang di publikasikan,bahkan hingga saat ini
Pemerintahan Jokowi,masih belum nampak bangsa dan Negara ini sejahtera akan
tetapi malah sebaliknya, banyak faktor-faktor perekonomian maupun politik yang
masih menjadi polemik, terkait mulai kenaikan BBM yang hingga mengorbankan
bangsa untuk demonstrasi sampai menempuh darah luka dan kematian pada tahun
pertama Presiden Jokowi menjabat.
Masih banyak persoalan para penegak
hukum yang saling menyerang seperti halnya antara Polri dan KPK beberapa waktu
lalu yang mana dipersoalkan hanyalah kekuasaan tapi yang dijadikan roda adalah
Undang-Undang atau Hukum.
5- Selama reformasi hingga saat ini
lapangan pekerjaan masih menjadi persoalan bangsa tapi Pemerintah tidak pernah
bergeming memikirkan
permasalahan ini.Bahkan Pemerintah
merasa bangga dengan mengirimkan TKI untuk menjadi budak di Negri orang.
Lebih ironisnya lagi negara
Indonesia saat ini malah memudahkan para buruh yang datangnya dari Negara lain
seperti Cina dan lainya.
6- Sumber daya manusia yang di
rekrut untuk menduduki tingkat tinggi maupun tingkat rendah dari birokrasi
pemerintahan Legislatif,Yudikatif
maupun Eksekutif sangat sarat dengan
KKN sehingga dari tiga cabang pemerintahan ini, termasuk orang-orang yang
terlibat lingkaran syetan dan tak
berujung pangkal.
7-  Berbagai macam masalah yang
di hadapi bangsa dan negara tidak pernah
ada titik penyelesaian hukum yang
jelas,seperti contoh BANK CENTURY
yang hingga saat ini siapa???..dan
dimana pelakunya??? belum juga
terselesaikan, bahkan yang masih
harum kita dengar kasus Penistaan agama yang di kakukan oleh Gubernur Jakarta
Basuki Cahaya Purnama (Ahok) yang baru saja di putuskan oleh Hakim Ketua dengan
hukuman 2 Tahun penjara dan itu masih menjadi kontrofersi bagi pendukungnya
masih merasakan ketidak puasan atau tidak terima, satu sisi bagi umat islam,
menjadi perpecahan ada pendukung Ahok dan ada pula yang membencinya.
Selain itu masih ada juga yang
merasa hukumanya masih belum adil karena terlalu ringan. Masih banyak
permasalhan bangsa dan Negara Indonesia, dimana Etnis China di isukan mau
menguasai Negara Indonesia dan ada hal lain yang menjadi Kehawatiran Rakyat
Indonesi Isu yang cukup dahsyat dimana orang-orang PKI di kabarkan mulai muncul
kembali.
Keadilan Hukum banyak dilibas oleh
pengusa, terkadang bisa di kendalikan oleh pemilik finansial yang kuat dan
masih banyak lagi kasus-kasus besar yang divonis ringan lantaran ada uang
sogokan,yang menjadi sumbu pemicu kontroversi dikalangan masyarakat maupun
penguasa-penguasa lainya yang saat ini masih dipergunjingkan “DIMANAKAH
KEADILAN DI NEGERI INI?????”.

Rakyat terasa sangat haus dengan keadilan
seperti masa pemerintahan Bapak PROKLAMATOR(Bung Karno) yang lebih
memprihatinkan lagi para penegak hukum takut mempersoalkan kasus yang
melibatkan orang-orang yang bersembunyi di balik ketiak para petinggi
negara.(Utsman)