Babak Baru, Kasus Kolam Renang Brantas Masuk Ke Penyidikan

0


Didik Farkhan

SURABAYA, Investigasi.Today -Setelah sekian lama melakukan penyelidikan, kini dugaan korupsi pelepasan aset kolam renang Brantas milik Pemkot ke pihak swasta telah berstatus penyidikan oleh Kejati Jatim.

“Minggu ini baru kami tingkatkan ke penyidikan,” ungkap Didik Farkhan, Sabtu (27/10) kemarin.

Didik menambahkan, naiknya status perkara ke penyidikan sudah melalui beberapa tahapan, salah satunya dengan menggelar ekspose internal dilingkungan bidang Pidsus Kejati Jatim. “Hasilnya ada kerugian negara pada lepasnya Kolam Renang Berantas yang merupakan aset Pemkot Surabaya,” terangnya.

Namun, Jaksa Kelahiran Bojonegoro ini mengakui belum menetapkan satu tersangka pada kasus ini. “Masih dik umum, kami masih dalami lagi siapa yang bertanggungjawab pada kasus ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, pengusutan kasus ini bermula setelah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melaporkan ke Kejati bahwa ada sejumlah aset Pemkot Surabaya yang berpindah ke tangan swasta. Perpindahan tersebut diduga dipenuhi dengan cara-cara yang melanggar hukum.

Beberapa aset yang dilaporkan ke Kejati Jatim di antaranya gedung Gelora Pantjasila Jalan Indragiri, tanah di Jalan Upa Jiwa, tanah di Jalan Kenari, gedung PT Iglas di Jalan Ngagel dan kolam renang Brantas.

Kasus dugaan korupsi akibat penyalahgunaan aset kolam renang Brantas yang dibangun Belanda pada 1924 ini berawal dari kerjasama Pemkot Surabaya dengan pihak ketiga dalam pengelolaan aset yang mempunyai luas 222 meter persegi tersebut hingga beralih tangan kepemilikan ke pihak ketiga.
Pemkot sempat mengajukan gugatan, namun kalah hingga tingkat Mahkamah Agung. (Ink)