Bentuk Kawasan Ekonomi Khusus, Pemkab Minahasa Tenggara Siap Tiru Gresik

0

Gresik, Investigasi.Today – Untuk Kemajuan pembangunan wilayah Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara sebagai Kabupaten baru hasil pemekaran wilayah sejak tahun 2007. Serta persiapan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Wilayah tersebut. Asisten III Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, Pieter D Owu memimpin 3 orang tim ahli untuk berguru ke Pemkab Gresik.

Metreka adalah dr. Edy Kalensang Ketua Tim Ahli bidang Kesehatan, Djefry Hosang, MT Ketua Tim Ahli bidang Insfrastruktur dan dan Tomy Pandaleke, M.Pd Ketua Tim Anli Bidang Kepemudaan dan Olahraga.

Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto dan Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya menerima langsung kunjungan kerja Rombongan Pemkab Minahasa Tenggara tersebut di Ruang Graita Eka Praja, Kamis (20/6/2019).

Banyak hal yang dibicarakan dari Para Pejabat Pemkab Minahasa Tenggara dengan Bupati Gresik serta Sekda Gresik. Terutama persiapan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus. Menurut Pieter D Owu, dipilihnya Kabupaten Gresik untuk berguru mengingat Kabupaten Gresik dan Kabupaten Minahasa Tenggara sama-sama sebagai kota interline.

“Kalau Kabupaten Gresik sebagai Interline Kota Surabaya, sedangkan Minahasa Tenggara sebagai Interline Kota Manado. Kita juga mempersiapkan beberapa Kawasan sebagai Kawasan ekonomi khusus. Kami ingin nantinya Kabupaten Kami bisa menjadi seperti Kabupaten Gresik” Tandas Pieter D Owu saat memberikan sambutan.

Menurut Pieter, sebetulnya dalam kunjungan ke Gresik ini akan dipimpin oleh Bupati Misahasa Tenggara. Tapi karena Bapak Bupati ada keterlambatan menuju ke Gresik setelah melaksanakan kegiatan di Jakarta, maka kami yang memimpin rombongan ini.

Bupati Gresik banyak menjelaskan berbagai hal tentang terbentuknya wilayah Kawasan ekonomi khusus. Selain itu, Bupati juga banyak menjelaskan beberapa keberhasilan pembangunan selama Bupati Sambari dan Wabup Qosim memimpin Gresik.

“Kami sudah bisa mewujudkan keinginan untuk membangun pelabuhan international yaitu Java Industries Integrated Port Estate atau JIIPE. Sebelumnya pembangunan JIIPE ini selalu terkendala dan gagal. Beberapa pembangunan lain yang bisa kami wujudkan yaitu Stadion International, BGS, Gedung WEP, Agro Tekno Park dan beberapa pembangunan monumental yang lain” tandas Sambari bangga. (Ink)