Berdiri Di Tanah Bermasalah, Rehab Bangunan Di Duga Menyimpang

0

Banyuwangi, investigasi.today – Kegiatan milik dinas pendidikan berupa rehab sebuah ruang kelas MI islamiyah yang telah di laksanakan oleh CV ALI JAYA dengan nilai kontrak sebesar Rp 105.300.000 (Seratus Lima Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) dengan anggaran dana yang bersumber dari APBD TA 2017 berlokasi di desa Sempu kecamatan Sempu kabupaten Banyuwangi di sinyalir sarat dengan berbagai macam penyimpangan sehingga menuai protes warga. Ironisnya, bangunan tersebut telah berdiri di atas tanah sengketa yang kini masih dalam proses hukum.

Sumber mengatakan ,” Lokasi yang menjadi tempat berdirinya bangunan MI dan SMP Muhamadiyah tersebut masih dalam proses hukum di polres Banyuwangi karena ada dugaan telah terjadi peristiwa tindak pidana tentang penyerobotan tanah hak milik masjid al gufron. Sebenarnya tidak boleh membangun secara sepihak apalagi dana yang di pakai berasal dari pemerintah terlebih lokasi tersebut masih dalam proses hukum dan lagi syarat untuk mendirikan bangunan tanahnya harus resmi hak milik dan tidak terjadi sengketa, akan tetapi dan sangat layak untuk di pertanyakan adalah MI Islamiyah justru mendapat kucuran dana untuk rehab bangunan yang berdiri di atas tanah yang sedang bermasalah dengan hukum”.ujarnya.

“Kalau di kalkulasi dari segi besarnya anggaran dana yang di pakai untuk rehab bangunan tersebut bisa di katakan ada indikasi telah terjadi penyimpangan karena dengan dana sebesar itu ternyata hanya di pakai untuk rehab satu ruang kelas di bagian atas yaitu mengganti kayu untuk usuk, kemudian atap dari genteng dan pengecatan serta penggantian keramik hanya beberapa meter saja, Kegiatan semacam ini sangat layak untuk di audit karena anggaran sebesar itu mestinya bukan rehab tapi pembangunan ruang kelas baru, kegiatan yang seharusnya bisa di garap secara swakelola akan tetapi yang sangat di sayangkan kegiatan tersebut justru telah di CV kan”, tambahnya. ( widodo )