Bupati Mojokerto Kumpulkan Camat dan Kepala Puskesmas

0

MOJOKERTO, Investigasi.today – Bupati Mojokerto Pungkasiadi didampingi Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kepala Dinas Kesehatan, mengumpulkan para camat dan perwakilan  Puskesmas se – Kabupaten Mojokerto, dalam rangka berkoordinasi rencana penyemprotan disinfektan serentak pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19 ) di Pendopo Graha Majatama, Senin (30/3).


Bupati Mojokerto H. Pungkasiadi mengatakan, Pemkab akan terus koordinasi untuk langkah langkah pencegahan penyebaran Covid 19, kita juga terus vidcon dengan Forkopimda Jawa Timur 3 kali. Ada gagasan dari Pak Kapolri, kalau pencegahan Covid-19 harus serentak. “ jadi kita rencanakan penyemprotan serentak besok Rabu tanggal 31 Maret. TNI, Polri dan Pemda kerja semua. Logistik akan kita cukupi,” kata bupati,

Bupati juga mengharapkan kerjasama masyarakat agar penyemprotan berjalan lancar. Ia menerangkan bahwa Pemda telah besinergi dengan para stakeholder termasuk penyuplai logistik pencegahan Covid-19.

“Semua elemen harus bergerak. Tingkatkan partisipasi dan rasa peduli. Kami juga kerjasama dengan PT. Enero untuk supply 3.500 liter cairan disinfektan. Sudah dihitung, nanti estimasi dapat 105 liter untuk penyemprotan di 27 puskesmas. Ada kendaraan water canon dan damkar juga yang digunakan, fokus penyemprotan nanti di fasum-fasum,” tambah bupati.

Lanjut Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Kita sudah masuk ke pabrik-pabrik pemroduksi logistik pencegahan Covid-19 seperti industri hand sanitizer dan disinfektan. Namun kelangkaan paling banyak ada di masker. Barangkali ada industri pembuat masker yang dapat memenuhi standar, bisa dikomunikasikan. 

”Semua Anggaran telah kita siapkan dengan matang untuk tindakan pencegahan Covid 19, ada  3 item yang kami atur. Yakni alokasi dana  harus dipindahkan untuk menangani Corona, memberi insentif pada tenaga medis, dan penguatan sosial ekonomi masyarakat,” tandas bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Djatmiko, menjabarkan beberapa arahan terkait pencegahan Covid-19. Termasuk masalah pendatang baru di suatu wilayah, prioritas penyemprotan dan penekanan pentingnya PHBS.

“Kita sudah menerima rapid test, tapi akan disesuaikan dengan prioritas. Untuk masalah pendatang baru, itu harus ada koordinasi matang. Artinya, jika ada yang datang, kita beri arahan apa itu penyemprotan, disinfektan, kewajiban memakai masker dan pentingnya memutus Covid-19. Untuk warkop dan toko-toko retail, itu disesuaikan juga (penyemprotan disinfektan). Dari semua ini, saya tidak berhenti untuk menekankan pentingnya penerapan PHBS,” kata Djatmiko. (Yanto)