Tuesday, August 11, 2026
HomeBerita BaruJatimKelola 194 Ton Sampah, Petrokimia Gresik Raih Gold TJSL Award 2026 Berkat...

Kelola 194 Ton Sampah, Petrokimia Gresik Raih Gold TJSL Award 2026 Berkat Program Masdarsa

Gresik, Investigasi.today – Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Petrokimia Gresik kembali menorehkan pengakuan di tingkat nasional. Bukan semata karena besarnya program, penghargaan itu diraih setelah perusahaan menunjukkan dampak nyata pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat melalui program Masyarakat Sadar Pengelolaan Sampah (Masdarsa).

Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), meraih predikat Gold Pilar Lingkungan Kategori Anak Perusahaan BUMN dalam ajang 6th TJSL & CSR Award 2026 yang digelar BUMN Track bersama BTA Academy di Jakarta.

Penghargaan tersebut menjadi penanda bahwa program TJSL perusahaan mulai diarahkan bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan menjadi instrumen untuk menciptakan perubahan yang terukur sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan bisnis.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan keberhasilan program TJSL tidak seharusnya hanya dilihat dari besarnya anggaran yang dikeluarkan perusahaan.

“Keberhasilan TJSL saat ini tidak lagi diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, tetapi dari besarnya perubahan yang diciptakan,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur.

Menurut dia, perusahaan dituntut mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan bagian dari strategi perusahaan.

194 Ton Sampah, 20 Bank Sampah

Predikat Gold tersebut diraih melalui implementasi Masdarsa yang telah dijalankan Petrokimia Gresik sejak 2022 di Kelurahan Tlogopojok, Kabupaten Gresik.

Program ini menyasar persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat: sampah.

Namun pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih atau pengangkutan sampah. Masdarsa dibangun sebagai ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan mendorong pemilahan, pengolahan, pemanfaatan kembali, hingga peningkatan nilai ekonomi sampah.

Hingga kini, Masdarsa telah berkembang menjadi 20 bank sampah, termasuk satu bank sampah sekolah di UPT SD Negeri 15 Gresik.

Program tersebut juga diperluas dengan kegiatan produktif, mulai dari budidaya hidroponik, budidaya ikan dalam ember (budikdamber), produksi eco-enzyme, hingga layanan stasiun isi ulang (Refilin) sebagai upaya mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.

Dampaknya mulai terlihat dalam angka.

Hingga Mei 2026, Masdarsa telah mengelola lebih dari 194 ton sampah anorganik.

Angka tersebut menunjukkan bahwa program TJSL tidak berhenti pada seremoni penyerahan bantuan, tetapi telah mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus membuka ruang terciptanya nilai ekonomi dari sampah.

Masyarakat tidak hanya didorong untuk memilah sampah, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai.

Dari Sampah Menuju Ekonomi Sirkular

Petrokimia Gresik juga memperkuat kelembagaan kelompok masyarakat melalui pendampingan dan transfer pengetahuan.

Salah satu pendekatannya adalah memanfaatkan karung pupuk bekas sebagai media pengumpulan sampah. Langkah tersebut sekaligus mempertemukan kepentingan lingkungan dengan praktik ekonomi sirkular yang menjadi bagian dari agenda keberlanjutan perusahaan.

Dengan pola tersebut, sampah tidak lagi dipandang semata sebagai residu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai.

Masdarsa juga memberikan dampak turunan. Pengembangan hidroponik dan budikdamber ikut mendukung ketahanan pangan masyarakat, sementara aktivitas bank sampah membuka peluang tambahan pendapatan bagi kelompok masyarakat yang terlibat.

Dengan kata lain, satu program diarahkan untuk menyentuh beberapa persoalan sekaligus: lingkungan, ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, pemberdayaan, dan keberlanjutan.

Daconi menegaskan, arah TJSL Petrokimia Gresik ke depan akan terus dikaitkan dengan prinsip ESG dan pendekatan Creating Shared Value (CSV).

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Petrokimia Gresik untuk terus memperkuat implementasi program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan,” katanya.

Ia menambahkan, perusahaan akan terus mengembangkan program yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dinilai Akademisi hingga Pakar ESG

6th TJSL & CSR Award 2026 merupakan ajang apresiasi bagi perusahaan yang dinilai berhasil mengintegrasikan program TJSL dengan strategi bisnis sehingga menghasilkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi yang berkelanjutan.

Tahun ini, sebanyak 68 perusahaan BUMN, anak perusahaan BUMN, dan perusahaan terbuka (Tbk) mengikuti ajang tersebut.

Proses penilaian melibatkan akademisi, pakar ESG, praktisi CSR, serta tokoh nasional.

Bagi Petrokimia Gresik, predikat Gold Pilar Lingkungan tersebut bukan sekadar tambahan daftar penghargaan. Ukurannya justru berada pada sejauh mana program TJSL mampu meninggalkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

Masdarsa menunjukkan satu hal: ketika pengelolaan sampah tidak berhenti pada membuang dan mengangkut, tetapi dibangun menjadi gerakan masyarakat dan ekosistem ekonomi sirkular, sampah dapat berubah dari persoalan lingkungan menjadi sumber nilai bagi masyarakat. (Ink)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular