Cegah Penyebaran Covid-19, Dusun Gantang Terapkan Physical Distancing Ketat

0
Satgas Covid-19 Dusun Gantang saat memeriksa warga dengan menggunakan thermogun

Gresik, Investigasi.today – Untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona atau Covid-19, Dusun Gantang, Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur menerapkan protokol kesehatan ketat dengan physical distancing atau pembatasan sosial.

Semua orang yang akan masuk desa diwajibkan memakai masker, satu persatu diperiksa kesehatannya menggunakan thermogun untuk mengukur suhu tubuh. Bahkan orang luar yang hendak masuk selain warga akan di data oleh Satgas Covid-19 yang bertugas.

Terkait hal ini, Ketua BPD Desa Boboh, Nurul Hadi mengatakan kita patuhi semua anjuran pemerintah, semua kegiatan rutin yang melibatkan orang banyak untuk sementara kita tiadakan. Baik yang bersifat keagamaan misalnya jamaah tahlil, istighotsah, pengajian, diba’an maupun kegiatan yang bersifat umum misalnya pertemuan PKK maupun karang taruna.

“Warga juga kita himbau, kalau tidak ada urusan yang penting, tidak perlu keluar. Lebih baik di rumah kumpul dengan keluarga,” ungkapnya dengan didampingi Ketua RW Supardi, Selasa (14/4).

“Terkait dengan ibadah sholat, kita buat jarak sofnya. Ini ikhtiar kita dan itu hukumnya wajib, kemudian kita semua juga berdo’a, semoga wabah ini segera berakhir,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua takmir masjid ini.

Tokoh muda potensial ini juga menyampaikan bahwa memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 adalah tanggung jawab bersama. Meskipun pemerintah sudah berusaha maksimal, tapi kalau masyarakat tidak peduli, usaha pemerintah akan sia-sia. “Mudah-mudahan masyarakat sadar dan mematuhi semua anjuran pemerintah dan saat Ramadhan tiba kita sudah terbebas dari wabah covid 19 ini,” pungkasnya.

Warga yang hendak masuk desa diharuskan cuci tangan menggunakan sabun

Hal senada juga disampaikan Mahmudiono, terkait penyebaran Covid-19 ini, semua warga diminta untuk menjaga pola hidup sehat dengan rajin berolahraga, berjemur di sinar matahari pagi, rajin cuci tangan dengan menggunakan sabun dan memakai masker.

Guru senior penuh talenta yang akrab dipanggil Mas Dion ini juga mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan corona dan mengimbau warga agar menerapkan physical distancing atau jaga jarak. “Kita harus mematuhi anjuran pemerintah dan bersatu dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Boboh, Sujoko mengatakan “Menganti sudah ditetapkan sebagai wilayah zona merah, makanya penerapan physical distancing ini dilakukan untuk menjaga seluruh warga agar terhindar dari corona,” ungkapnya.

Sujoko juga mengungkapkan bahwa dalam penanganan pandemi corona ini, pihaknya siap menganggarkan melalui dana desa sesuai intruksi dan surat edaran dari Kementerian Desa dan PDTT RI. “Kita akan siapkan anggaranya, ini masih menunggu petunjuk teknis dari pusat soal penggunaan dana desa untuk penanganan corona,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto juga sudah mengintruksikan jajarannya mulai dari camat, petugas puskesmas hingga kepala desa untuk lebih ketat dan bekerja keras melakukan penyisiran terhadap warganya dan membubarkan kegiatan masyarakat yang bergerombol. 

Sambari menegaskan penanganan covid-19 harus tegak lurus, physical distancing atau jaga jarak juga harus benar-benar dilakukan hingga paling bawah tingkat RT/RW. (Slv)