Cermin Persatuan dan Kesatuan, Pemuda Gresik Berpakaian Adat di Hari Sumpah Pemuda

0


Upacara sumpah pemuda dengan berbusana baju adat

GRESIK, Investigasi.Today – Ada 34 pasang Pemuda dan Pemudi yang berpakaian adat daerah pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 di Kabupaten Gresik. Upacara yang digelar dengan upacara di Halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (29/10/2018) dipimpin oleh Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto.

Upacara tersebut diikuti oleh pasukan para anggota TNI Kodam 0817 Gresik, dari Polres Gresik, Satpol PP Gresik, Dinas Perhubungan Gresik, BPBD Gresik, Pemuda Pancasila Gresik, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda LDII Gresik, PGRI dan ASN Gresik.

Tampak dikursi Undangan duduk Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik, Para Kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD), ketua TP PKK Kabupaten Gresik, dan beberapa pimpinan organisasi wanita Gresik.

Bupati Sambari yang membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengatakan, Hari ini kita memperingati hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia yang kita cintai ini, yaitu Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun 2018.

“Kita semua berutang budi kepada para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Bupati mengajak untuk membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri. Komitmen kebangsaan mereka harus kita teladani untuk membangun bangsa, satukan Indonesia” tandas Sambari membacakan pidato tertulis Menpora.

Bupati juga mengajak pemuda-pemudi untuk mensukseskan Pemilu 2019. Meningkatkan persatuan tanpa memandang latar belakang.
“Ayo Pemuda-pemudi Indonesia, berjuanglah, untuk mewujudkan pemuda damai dan berkwalitas. Lahirkanlah ide-ide besar untuk mengubah dunia kearah yang lebih baik” tegas Sambari.

Peringatan hari sumpah pemuda ke-90 Kabupaten Gresik kali ini tampak sangat berbeda. Pada upacara peringatan yang mengambil tema “BANGUN PEMUDA SATUKAN INDONESIA” tampak pada barisan upacara di sisi kanan Bupati sejumlah pemuda-pemudi berpakaian adat daerah.

Sedangkan di depan panggung kehormatan tepatnya dibawah panggung tempat Bupati memimpin upacara tergambar peta Indonesia. Disanalah para pemuda pemudi berpakaian adat daerah didaulat untuk menempati daerah dimana pakaian tersebut berasal.

Mula-mula dipanggil pemuda pemudi berpakaian adat Aceh, kemudian diikuti oleh pasangan asal Sumatera Utara dan yang terakhir pasangan berpakaian adat asal Papua menempati lantai bergambar wilayah Papua (Irian Jaya).
Kepala Bagian Humas dan Protokol Sutrisno mengatakan, penggunaan pakaian adat daerah ini sesuai dengan tema Bangun pemuda satukan Indonesia. (Salvado)